Profil Maulina Novryliani, Asisten Pelatih Timnas Wanita Indonesia

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Langkah Maulina Novryliani di sepak bola wanita Indonesia seolah tak pernah benar-benar berhenti. Dari lapangan hijau hingga ke pinggir lapangan, perannya memang berubah, tetapi tujuannya tetap satu: Timnas Wanita Indonesia.

Perempuan yang akrab disapa Cici ini kini dipercaya sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia. Sebelum berada di posisi tersebut, ia lebih dulu menapaki perjalanan panjang sebagai pemain sepak bola, atlet futsal, hingga staf di PSSI. Pengalaman lintas peran itulah yang kini ia bawa dalam tugas barunya bersama Garuda Pertiwi.

Berikut kisah perjalanan karier Maulina yang ia ceritakan kepada kumparanBOLANITA pada Rabu (7/1) di Community Center Pamulang, Tangerang.

Awal Mengenal Sepak Bola

Perkenalan Maulina dengan sepak bola bermula saat ia masih duduk di bangku SMA. Ketertarikannya muncul bukan lewat akademi atau sekolah sepak bola, melainkan dari keinginannya untuk mencari klub dan bisa bertanding.

“Awalnya itu dari kelas dua SMA. Jadi nyari-nyari klub nih, tahun 2003 lah. Itu nyari-nyari klub, kebetulan dapat klub di UNJ,” kata Maulina.

Bersama klub tersebut, Maulina mulai rutin mengikuti berbagai kejuaraan nasional. Dari sinilah jalannya menuju Timnas Wanita Indonesia perlahan terbuka. Ia sempat mengikuti seleksi timnas pada 2004, meski belum berlanjut karena harus fokus menghadapi ujian nasional.

Kesempatan kedua datang setahun kemudian, setelah ia lulus dan kembali mengikuti kompetisi.

Alhamdulillah setelah UN lulus masuk UNJ, terus coba lagi ikut Kejurnas lagi, kepilih lagi,” ucap Maulina.

Puncaknya terjadi pada 2008. Maulina resmi terpilih memperkuat Timnas Wanita Indonesia di bawah asuhan Timo Scheunemann. Namun, setelah periode tersebut, arah kariernya justru berbelok ke cabang olahraga lain: futsal.

Antara Sepak Bola dan Futsal

Di futsal, kiprah Maulina tak kalah panjang. Sejak 2011 hingga 2018, wanita asal Samarinda itu tampil di berbagai ajang besar, mulai dari SEA Games, Piala Asia Wanita (AFC), hingga kompetisi liga nasional. Ia pun sempat berada di titik sulit ketika harus memilih antara futsal dan sepak bola pada momen yang hampir bersamaan.

“Karena sudah dipilih duluan di seleksi futsal, akhirnya saya izin waktu itu pelatihnya masih almarhum Satya Bagja. Kebetulan Pak Satya juga dosen saya di UNJ. Saya izin ikut futsal dulu, kalau memang rezekinya di sepak bola, nanti saya gabung di sepak bola,” kenang Maulina.

Setelah menyelesaikan tugas bersama tim futsal di ajang AFC, Maulina akhirnya kembali ke sepak bola. Ia ikut memperkuat Timnas Wanita Indonesia di Asian Games 2018. Namun, padatnya agenda di dua cabang olahraga mulai memberi dampak. Hampir satu dekade berkarier sebagai atlet membuatnya berpikir untuk mengakhiri peran sebagai pemain.

“Rasanya kayak ah sudah deh pengin kerja saja gitu. Akhirnya kerjalah di PSSI,” ujar Maulina.

Kembali ke Lapangan, Kali Terakhir sebagai Pemain

Keputusan bergabung dengan PSSI membawanya bekerja di departemen sepak bola wanita. Namun, lapangan rupanya belum sepenuhnya melepas Maulina. Pada 2022, wanita kelahiran 14 November 1987 itu kembali dipanggil untuk membantu Timnas Wanita Indonesia oleh Rudy Eka Priyambada, pelatih Garuda Pertiwi kala itu.

“Coach Rudy tiba-tiba ngehubungin saya, ‘Cici kamu mau nggak bantu-bantu saya? Karena di sini butuh senior, kita butuh Cici untuk jadi pemain’… akhirnya ya sudah saya ikut jadi pemain 2022,” katanya.

Piala Asia Wanita 2022 di India pun menjadi panggung terakhir Maulina sebagai pemain sepak bola Timnas Wanita Indonesia. Turnamen tersebut meninggalkan kesan yang begitu kuat baginya, terutama karena berlangsung di tengah situasi pandemi COVID-19.

“Yang paling membekas itu ya udah pasti di India ya AFC… ditambah dengan COVID kan. Jadi udah paling benar-benar ini bangetlah apa dikenang banget,” tuturnya.

Selepas turnamen tersebut, Maulina resmi menutup bab sebagai pemain sepak bola.

Dari Pemain ke Asisten Pelatih

Setelah gantung sepatu, Maulina memilih fokus di balik layar. Atas arahan sejumlah figur di PSSI, ia mulai menapaki jalur kepelatihan dengan mengambil lisensi C. Proses itu berbuah kepercayaan pada 2024, ketika ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Wanita Indonesia.

Menariknya, di tahun yang sama, Maulina masih sempat tampil sebagai pemain futsal di PON Banten. Namun, setelah itu, ia benar-benar memutuskan berhenti total sebagai atlet.

“Udah deh, sampai sekarang fokus di ngelatih,” katanya.

Kini, Maulina membawa seluruh pengalamannya—sebagai pemain sepak bola, atlet futsal, hingga staf PSSI—ke dalam peran barunya mendampingi Timnas Wanita Indonesia. Baginya, rasa bangga membela negara tak pernah berubah, meski perannya kini berbeda.

“Bangga banget ya yang pasti,” kata Maulina. “Setidaknya sudah ngasih yang terbaiklah buat Indonesia itu," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gelar Demo, Mahasiswa Buang Sampah di Halaman Pemkot Tangsel Sebagai Bentuk Protes
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Upaya Penyelundupan Sabu oleh WN Pakistan di Bandara Soekarno-Hatta Digagalkan Bea Cukai dan Bareskrim
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Aniaya pengendara, tiga "pak ogah" di Pesing Jakbar ditangkap polisi
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Wall Street Ditutup Mixed, Saham Teknologi Melemah Usai Nvidia Turun
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lawan Frankfurt, Dortmund akan tampil menyerang
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.