Beijing (ANTARA) - Stasiun luar angkasa China telah meluncurkan dan melaksanakan 265 proyek ilmu pengetahuan dan penerapan di orbit, serta memecahkan beberapa rekor, menurut sebuah laporan tahunan yang dirilis oleh Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Kamis (8/1).
Rekor-rekor tersebut mencakup subjek uji mamalia pertama China di stasiun luar angkasa, studi biologi pertama di dunia yang dilakukan dalam lingkungan submagnetik dan mikrogravitasi, serta aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activities) atau spacewalk terlama dalam satu waktu.
Pada 2025, sebanyak 86 proyek baru menghasilkan data lebih dari 150 terabita. Upaya tersebut melibatkan peluncuran 1.179 kg bahan ilmiah dan membawa pulang 105 kg sampel ke Bumi.
Penelitian di orbit menghasilkan berbagai hasil penting, termasuk teknik baru pemantauan tekanan intrakranial noninvasif, wawasan tentang pembekuan paduan tahan api, dan uji coba pertama di luar angkasa untuk robot inspeksi saluran pipa.
Pada November lalu, program stasiun luar angkasa China berhasil melaksanakan prosedur pulang alternatif pertamanya.
Laporan tersebut juga menyoroti kemajuan tambahan, seperti selesainya seleksi calon astronaut gelombang keempat, termasuk spesialis muatan dari Hong Kong dan Makau, serta pengembangan sistem transportasi kargo berbiaya rendah.
Rekor-rekor tersebut mencakup subjek uji mamalia pertama China di stasiun luar angkasa, studi biologi pertama di dunia yang dilakukan dalam lingkungan submagnetik dan mikrogravitasi, serta aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activities) atau spacewalk terlama dalam satu waktu.
Pada 2025, sebanyak 86 proyek baru menghasilkan data lebih dari 150 terabita. Upaya tersebut melibatkan peluncuran 1.179 kg bahan ilmiah dan membawa pulang 105 kg sampel ke Bumi.
Penelitian di orbit menghasilkan berbagai hasil penting, termasuk teknik baru pemantauan tekanan intrakranial noninvasif, wawasan tentang pembekuan paduan tahan api, dan uji coba pertama di luar angkasa untuk robot inspeksi saluran pipa.
Pada November lalu, program stasiun luar angkasa China berhasil melaksanakan prosedur pulang alternatif pertamanya.
Laporan tersebut juga menyoroti kemajuan tambahan, seperti selesainya seleksi calon astronaut gelombang keempat, termasuk spesialis muatan dari Hong Kong dan Makau, serta pengembangan sistem transportasi kargo berbiaya rendah.




