Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Xi Jinping Presiden China tidak akan mencoba merebut Taiwan selama dia masih menjabat sebagai presiden.
“Dia mungkin akan melakukannya setelah kita punya presiden yang berbeda, tetapi saya tidak merasa dia (Xi Jinping) akan melakukannya saat saya menjadi presiden,” kata Trump kepada The New York Times sebagaimana dilaporkan Anadolu, Jumat (8/1/2026) melansir Antara.
Ketika diingatkan bahwa China memandang Taiwan sebagai ancaman separatis, Trump menjawab, “Itu terserah dia (Xi Jinping), apa yang akan dia lakukan. Namun, saya telah menyampaikan kepadanya bahwa saya akan sangat tidak senang jika dia melakukan itu, dan saya tidak berpikir dia akan melakukannya.”
China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara Taipei telah mempertahankan kemerdekaannya sejak 1949.
Lebih lanjut, ketika ditanya apakah operasi militer AS dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu telah menetapkan sebuah preseden, Trump berpendapat bahwa ancaman dari Venezuela secara mendasar berbeda dengan pandangan Xi terhadap Taiwan.
Trump menggambarkan Venezuela sebagai “ancaman nyata,” dengan mengklaim bahwa Maduro telah membiarkan anggota geng masuk ke Amerika Serikat.
“Anda tidak melihat orang-orang berbondong-bondong masuk ke China,” ucapnya.
Berbeda dengan kondisi di Amerika Serikat, Trump turut menambahkan bahwa Beijing juga tidak menghadapi aliran narkoba yang melintasi perbatasannya.(ant/wld/iss)

