Bisnis.com, BANDA ACEH - Gubernur Aceh Muzakir Manaf kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh untuk ketiga kalinya mulai hari ini, Jumat (9/1/2026).
Perpanjangan status tanggap darurat bencana di Aceh diumumkan Muzakir Manaf melalui akun Instagram resminya. "Saya sebagai Gubernur Aceh menetapkan perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh selama 14 hari ke depan," ujar Muzakir Manaf.
Dengan demikian, terhitung sejak tanggal 9 Januari hingga 22 Januari 2026, Aceh masih berstatus tanggap darurat bencana. Perpanjangan status ini telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh sebanyak tiga kali.
Muzakir Manaf mengatakan keputusan memperpanjang kembali status tanggap darurat bencana di Aceh diambil untuk memastikan penanganan pascabencana tetap berjalan optimal. Dia pun menyebut telah melakukan rapat virtual dengan Kementerian Dalam Negeri sebelum mengumumkan keputusan ini.
Baca Juga
- Pemerintah Kebut Bangun Sumber Air Bersih di Aceh Tamiang, Begini Progresnya
- Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Warga Aceh Tamiang
- Pemerintah Pastikan Jalur Nasional Lintas Aceh Tengah Segera Tersambung
Dalam masa tanggap darurat bencana Aceh, Muzakir Manaf mengingatkan jajarannya untuk terus memperkuat koordinasi selama berstatus pemulihan pasca bencana, baik dengan kementerian, lembaga, maupun seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan darurat bencana.
Dia juga menginstruksikan untuk segera melakukan pembersihan lingkungan di permukiman penduduk, sarana ibadah, sekolah, pasar, serta lahan pertanian dan perkebunan warga yang terdampak.
Untuk logistik, Muzakir Manaf menegaskan agar distribusi bantuan logistik dilakukan secara merata, terutama dapat menjangkau pelosok gampong (desa) yang hingga kini masih terisolasi.
"Keputusan ini saya sampaikan dalam rapat perpanjangan ketiga status tanggap darurat bencana hidrometeorologi secara Virtual di Aceh pada Kamis (8/1/2026)," ujar Muzakir Manaf mengakhiri.
Dilansir dari laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (9/1/2026) total korban meninggal akibat bencana Sumatra mencapai 1.180 orang, hilang 154 orang, dan mengungsi sebanyak 238.000 orang.
Aceh tercatat menjadi provinsi dengan korban meninggal dunia terbanyak, mencapai 544 orang di 18 kabupaten/ kota yang terdampak.
Kerusakan fasilitas di Aceh juga tercatat signifikan. BNPB mencatat total rumah warga yang rusak akibat bencana sebanyak 144.865 unit, fasilitas kesehatan sebanyak 141 unit, fasilitas pendidikan 1.312 unit, rumah ibadah 631 unit, serta 776 jembatan 2.060 jalan.
(Penulis: Delfi Rismayeti, Arief Budi Mulya).



