Airlangga: Defisit APBN 2,92 Persen Tetap Aman

tvrinews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Jakarta

Meski penerimaan melambat, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi capai target 5,2 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data terbaru, realisasi defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp 695,1 triliun atau setara dengan 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan dalam UU APBN sebesar 2,53 persen atau Rp 616,2 triliun.

Menjaga Sentimen Pasar

Meski angka defisit mendekati ambang batas legal 3 persen yang diatur dalam UU Keuangan Negara, Airlangga memastikan stabilitas fiskal tetap terjaga. 

Ia meyakini hal ini tidak akan mengganggu kepercayaan investor, khususnya para pemegang obligasi negara (bond holders).

"Tidak ada masalah, tahun kemarin sudah ditutup dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen meskipun tipis," ujar Airlangga saat memberikan keterangan di kutip Laman Menko Perekonomian, Jumat 9 januari 2025

Pendorong Lapangan Kerja

Kesenjangan fiskal ini dipicu oleh realisasi pendapatan negara yang mencapai Rp 2.756,3 triliun, atau sekitar 91,7 persen dari target. 

Di sisi lain, belanja negara tetap dipacu hingga mencapai Rp 3.451,4 triliun guna menopang aktivitas ekonomi di tengah melambatnya penerimaan.

Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan belanja yang agresif adalah upaya sadar pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di level 5,2 persen.

"Yang paling penting kita kejar pertumbuhan. Pertumbuhan itu berkorelasi langsung dengan penciptaan lapangan kerja (employment), jadi itu yang kita dorong," tuturnya.

Optimisme Kuartal IV

Pemerintah memproyeksikan ekspansi fiskal pada akhir tahun akan memberikan dampak signifikan terhadap performa ekonomi pada penghujung 2025. 

Dengan akselerasi belanja tersebut, pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV-2025 diharapkan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Langkah ini dipandang krusial untuk memastikan angka pertumbuhan tahunan tetap mendekati target asumsi makro, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Pembatasan, Ganjil Genap Jakarta Tidak Berlaku Sabtu 10 Januari 2026
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Wamenkeu: Program MBG Jangkau 56,13 Juta Penerima, Serap Hampir 800 Ribu Pekerja
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Pendaftaran Calon Anggota KPI Pusat Periode 2026–2029 Resmi Dibuka, Seleksi Dilakukan Secara Terbuka
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kronologi Seorang Ibu Tewas Ditembak Anggota ICE
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Duel Sengit Liga Italia! Inter Milan vs Napoli: Rekor Pertemuan, Prediksi Skor Hingga Prakiraan Susunan Pemain 
• 12 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.