REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya akan memperoleh miliaran dolar, bahkan berpotensi triliunan dolar, dari penjualan minyak Venezuela. Trump mengatakan pada Selasa (5/1) bahwa otoritas sementara Venezuela telah sepakat menyerahkan antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak kepada Amerika Serikat.
“Kami mengambil minyak senilai miliaran dan miliaran dolar, dan itu akan menjadi ratusan miliar dolar. Itu akan menjadi triliunan dolar, tetapi kami akan berada di sana sampai kami memperbaiki keadaan negara itu,” kata Trump kepada Fox News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti, Jumat (9/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Indeks Keyakinan Konsumen Turun di Desember 2025, BI Masih Optimistis
- IHSG Berpeluang Sentuh 10.000, OJK Tekankan Peran Investor Dalam Negeri
- Rusia Serang Ukraina dengan Rudal Hipersonik
Trump juga berjanji akan menggunakan dana yang diperoleh tersebut untuk kepentingan rakyat kedua negara.
Ia menambahkan, pada Rabu (6/1), bahwa Venezuela hanya akan membeli produk buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari “kesepakatan” dengan Washington terkait penjualan minyak negara Amerika Latin tersebut.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.
Trump mengumumkan Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.
Sementara itu, Caracas meminta pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait operasi militer Amerika Serikat tersebut.
Adapun Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Ia secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/1013060/original/012701700_1444211819-490007862.jpg)
