Purbaya Tahu Ada Perusahaan China Tak Bayar PPN, Tapi Belum Disidak, Kenapa?

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mengetahui ada perusahaan berasal dari China yang beroperasi di Indonesia tetapi tidak memenuhi kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Perusahaan tersebut adalah perusahaan baja, namun dirinya belum melakukan sidak hingga sekarang, karena menunggu waktu yang tepat.

Baca Juga: Purbaya Ngaku Belum Ada Pengajuan Diskon Tarif Listrik Bagi Korban Bencana

“Ada perusahan baja China operasi di sini loh, nama-namanya mungkin mereka beli KTP tapi dia gak bayar PPN. Tadinya mau digerebek tapi nanti kita lihat saat yang pas,” ujar Purbaya, dikutip Jumat (9/1).

Dalam rangka mengindari deteksi perpajakan, perusahaan tersebut diduga melakukan transaksi langsung ke klien dengan menggunakan uang tunai yang tentu saja merugikan negara.

“Ya pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indo. Jual langsung ke klien cash bases. Gak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak denga cepat. Ada baja, ada perusahaan bangunan tadi,” tegasnya.

Dari satu perusahaan, kerugian negara diperkirakan mencapai hingga Rp4 triliun dalam setahun.

“Kalau pajak saja dari orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp4 triliun lebih, jadi besar. Banyak perusahaan. Tapi yang saya heran adalah ada perusahaan yang familiar, perusahaan dari asing bisa beroperasi di sini, sementara orang pajak selama ini seperti agak tutup mata,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Djarot: Kritik dan Satire Pandji adalah Hak Konstitusional yang Harus Dilindungi
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Wajibkan Bioetanol dalam Bensin Paling Lambat 2028
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Transaksi kartu pembiayaan Bank Mega Syariah melonjak di akhir tahun
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut RSUD Kota Bekasi Punya Utang Rp70 M
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Australia Bentuk Komisi Kerajaan Usai Serangan di Bondi, Fokus pada Antisemitisme dan Kohesi Sosial
• 11 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.