Trump Buka Opsi Beli Greenland, Tiap Warganya Ditawari hingga Rp 1,6 Miliar

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut tengah membuka opsi memberikan uang kepada warga Greenland untuk mendorong wilayah itu lepas dari Denmark dan bergabung dengan Negeri Paman Sam.

Seperti yang diberitakan Reuters, sejumlah pejabat AS mendiskusikan kemungkinan pemberian uang tunai itu kepada penduduk Greenland. Informasi ini disampaikan oleh empat sumber yang mengetahui pembahasan internal tersebut.

Meski nilai pasti dan mekanisme pembayarannya belum ditetapkan, angka yang dibahas berkisar antara USD 10 ribu hingga USD 100 ribu per orang, atau sekitar Rp 160 juta hingga Rp 1,6 miliar.

Diskusi itu menjadi jauh lebih serius, termasuk kemungkinan pembayaran maksimal USD 100 ribu per orang, yang jika diterapkan akan menelan biaya hampir USD 6 miliar.

Dengan populasi sekitar 57 ribu jiwa, rencana itu dipandang sebagai salah satu cara AS untuk ‘membeli’ Greenland, wilayah otonom Denmark, meski pemerintah mereka berkali-kali menegaskan Greenland tidak untuk dijual.

Membayar warga Greenland itu menjadi salah satu dari berbagai opsi yang dibahas Gedung Putih untuk menguasai pulau tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Namun, pendekatan dianggap terlalu transaksional dan bahkan merendahkan, terutama bagi masyarakat Greenland.

Penolakan keras datang dari Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen.

“Cukup sudah, tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” kata Nielsen, dikutip dari Reuters, Jumat (9/1).

Penolakan itu semakin kuat mengingat Amerika Serikat dan Denmark merupakan sekutu NATO yang terikat perjanjian pertahanan bersama. Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris, dan Denmark merilis pernyataan bersama yang menegaskan hanya Greenland dan Denmark yang berhak menentukan masa depan hubungan mereka, pada Selasa (6/1).

Trump: Greenland Penting untuk Keamanan Nasional

Trump sendiri kembali menegaskan pentingnya Greenland bagi AS. Trump selama ini beralasan Greenland kaya akan sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk kepentingan militer canggih. Ia juga menyatakan belahan bumi Barat perlu berada di bawah pengaruh geopolitik AS.

“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” kata Trump di atas pesawat Air Force One pada Minggu, (4/1).

“Ini sangat strategis,” lanjutnya.

Perjanjian Asosiasi Bebas Jadi Opsi

Salah satu opsi lain yang dibahas adalah menjalin Compact of Free Association (COFA), seperti yang selama ini diterapkan AS dengan Mikronesia, Kepulauan Marshall, dan Palau.

Dalam skema ini, AS biasanya menyediakan berbagai layanan penting dan perlindungan militer, sementara militernya dapat beroperasi bebas dan perdagangan berlangsung tanpa bea.

Namun, perjanjian semacam itu hanya bisa dilakukan dengan negara merdeka. Artinya, Greenland harus terlebih dahulu memisahkan diri dari Denmark.

Dalam konteks ini, pembayaran uang tunai dinilai bisa digunakan untuk mendorong warga mendukung kemerdekaan atau menyetujui COFA setelah referendum.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rumah Warga di Kebon Bawang Terbakar, Kerugian Capai Rp216 Juta
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Daftar Nominasi Golden Globes 2026, Ada KPop Demon Hunters
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sejumlah Kelurahan di Jakarta Belum Punya Puskesmas, Pramono Anung: Mudah-mudahan Era Saya Semuanya Ada
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Firdaus Oiwobo Ngaku Pernah Bakar Rumah Orang: Urusan Penjara Belakangan
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Diduga Lakukan Penipuan Tes Penerimaan Akpol, Adly Fairuz Digugat Perdata
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.