Finalisasi Tarif Impor, Airlangga Sebut RI Beri Akses Mineral Kritis ke AS

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delegasi Indonesia masih bernegosiasi terkait tarif impor resiprokal dengan Amerika Serikat (AS). Dia memastikan salah satu yang disampaikan adalah akses mineral kritis.

Airlangga menyebut, progres negosiasi ini akan terlihat pada pekan depan, salah satunya dari sisi legal scrubbing alias proses finalisasi dan penyelarasan akhir teks perjanjian internasional.

"Delegasi, kan, sedang berangkat, nanti kita lihat minggu depan progres legal scrubbing seperti apa. Kalau legal scrubbing-nya selesai, baru kita atur jadwal presiden untuk ke Amerika," katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (9/1).

Dia menyebut sejauh ini belum ada perubahan substansi dari hasil negosiasi tarif impor tersebut, termasuk dari sisi akses mineral kritis terutama tembaga (copper) dari tambang PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Ya, kan, akses ke mineral kritis sudah kita berikan, dan yang paling krusial copper karena tidak ada elektrik, pesawat angkasa tanpa copper, dan itu kita sudah kasih dari akses sejak 1967 dengan Freeport itu," jelas Airlangga.

Selain itu, Airlangga juga telah bertemu perwakilan United States Trade Representative (USTR) terkait agrikultur, sebab neraca perdagangan Indonesia ke AS dari sektor tersebut positif.

"Perwakilan terutama terkait agrikultur, karena agrikultur, kan, kita juga terhadap agrikultur AS kita juga positif, itu, kan, arahan presiden, energi dan agrikultur yang di-balance. Energi USD 15 miliar nilainya, agrikultur USD 4,5 miliar, sekarang tinggal detailnya agrikultur apa saja," ungkap Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penyusunan dokumen atau legal drafting akan mulai dilakukan pada pekan depan, 12-19 Januari 2026.

"Jadi sesuai dengan jadwal, tanggal 12 sampai tanggal 19 ini adalah penyusunan legal drafting," ujar Prasetyo usai Taklimat Awal Tahun Presiden RI di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1).

Selain itu, Prabowo juga dipastikan akan bertolak ke AS jika legal drafting tersebut rampung. Prasetyo menargetkan, negosiasi tersebut sudah mencapai kesepakatan dan bisa diteken Presiden pada akhir bulan ini.

"Nah, kita harapkan di dalam penyusunan legal drafting kesepakatan-kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan, dan harapannya di akhir bulan sudah bisa kita tanda tangani," jelas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cegah Kesewenang-wenangan, Hak Prerogatif Presiden Soal Amnesti Digugat ke Mahkamah Konstitusi
• 17 jam lalumatamata.com
thumb
MK Minta Pemohon Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru Cermati Gugatan Agar Tidak Bersifat Prematur
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Cuaca Jawa Timur Sabtu 10 Januari: Berawan Tebal dengan Potensi Hujan Petir
• 49 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Brisia Jodie Resmi Jadi Istri Jonathan Alden, Tips Wujudkan Pernikahan Impian
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
PDIP Nilai Kritik Pandji Pragiwaksono Sah dan Dilindungi Konstitusi
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.