Survei Internasional: Ini Negara Paling Pesimistis dan Optimistis di Dunia

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Lembaga riset global yang berbasis di Washington, Amerika Serikat, Gallup International, mengungkapkan hasil survei terhadap negara-negara di dunia pada tahun 2025.

Dalam surveinya, lembaga tersebut menyoroti negara-negara paling optimis dan pesimis dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, perdamaian, dan lainnya.

Dilansir dari laman resminya, Survei Akhir Tahun (End-of-Year / EOY) Gallup International melibatkan 59.636 responden dewasa di 60 negara, dan dilakukan secara serentak antara Oktober hingga Desember 2025.

Secara global, 37 persen responden meyakini 2026 akan menjadi tahun yang lebih baik dibanding 2025, sementara 25 persen memperkirakan kondisi akan memburuk dan 31 persen menilai tidak akan banyak perubahan.

Angka ini menandakan optimisme masih sedikit lebih besar dibanding pesimisme, meski menurun dibanding survei di akhir 2024.

Optimisme paling kuat tercatat di negara-negara seperti Arab, Asia Selatan, Afrika, dan Amerika Latin. Lima negara dengan tingkat harapan tertinggi adalah Kenya (+67), Suriah (+61), Arab Saudi (+58), Afrika Selatan (+52), dan Kolombia (+45).

Sebaliknya, pesimisme paling tinggi ditemukan di sejumlah negara Eropa dan Afrika, dengan Bulgaria (-36), Bosnia dan Herzegovina (-28), Austria (-26), Belgia (-26), dan Ghana (-26) menempati posisi terbawah.

Negara Paling Optimis dan Pesimis di Aspek Ekonomi

Sentimen publik berubah jauh lebih negatif ketika berbicara soal ekonomi. Hanya 24% responden yang berharap akan ada kemakmuran ekonomi pada 2026, sementara 40% memperkirakan kesulitan ekonomi. Sebanyak 30% memperkirakan kondisi akan tetap sama.

Kondisi ini memburuk dibanding 2024, ketika 29% berharap akan makmur dan 35% memperkirakan adanya kesulitan.

Pesimisme ekonomi paling kuat terjadi di negara-negara maju, terutama Eropa Barat dan Timur. Sebaliknya, optimisme ekonomi justru terkonsentrasi di Arab, Asia Selatan, Afrika, dan sebagian Amerika Latin.

Lima negara paling optimis soal ekonomi adalah Arab Saudi (+54), Kenya (+47), Suriah (+35), Kolombia (+34), dan Pakistan (+26).

Lima negara paling pesimis soal ekonomi adalah Belgia (-59), Prancis (-54), Latvia (-54), Ukraina (-54), dan Jerman (-53).

Dunia Dinilai Kian Tidak Damai

Tak hanya itu, laporan ini juga menyoroti stabilitas dunia. Secara global, 40% responden memperkirakan dunia akan semakin bermasalah pada 2026, sementara 26% berharap akan menjadi lebih damai. Sebanyak 28% memperkirakan tidak ada perubahan besar.

Pandangan paling suram datang dari Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australasia, sedangkan harapan akan stabilitas lebih kuat di Arab, Asia Selatan, dan sebagian Afrika.

Lima negara paling optimistis soal perdamaian adalah Suriah (+50), Kenya (+48), Arab Saudi (+43), Peru (+41), dan Armenia (+33).

Sementara lima negara paling pesimistis soal perdamaian adalah Belanda (-61), Jerman (-59), Belgia (-57), Yunani (-54), dan Ghana (-52).

Generasi Muda Lebih Optimistis

Dari sisi demografi, usia menjadi pembeda paling kuat. Responden berusia di bawah 34 tahun masih menunjukkan optimisme tinggi. Sementara kelompok usia 55 tahun ke atas justru pesimistis terhadap masa depan, ekonomi, dan perdamaian global.

Perbedaan pandangan berdasarkan gender relatif kecil, dengan laki-laki dan perempuan menunjukkan sikap yang hampir serupa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono ke Polisi Ternyata Bukan Sikap Resmi Muhammadiyah
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Marc Marquez Beri Sinyal segera Pensiun, MotoGP 2026 Jadi Musim Terakhir?
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Inara Rusli Bahas Anak-Anak yang Sedang Bersama Virgoun dan Klarifikasi Tentang Isu Kekerasan
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Pengusaha Paparkan Peran Strategis Pemuda Menuju Indonesia Masa Depan
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hujan Lebat Picu Banjir Susulan di Aceh Timur, Polisi Terjang Genangan untuk Evakuasi Warga
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.