Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kembali memperpanjang masa tanggap darurat, usai dihantam banjir bandang dan tanah longsor. Perpanjangan kali ini hingga 14 hari ke depan.
"Jadi, terhitung dari 8 hingga 22 Januari 2026. Ini dikarenakan masih ada empat kabupaten atau kota dari total 18 kabupaten atau kota terdampak di Provinsi Aceh yang masih memperpanjang status tanggap daruratnya. Sehingga langkah itu diikuti oleh kebijakan Pemprov," ujar Kepala Pusat, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, ketika memberikan keterangan pers secara daring, di Graha BNPB, Jumat (9/1/2025).
Lantaran masih memperpanjang status tanggap darurat, maka tim satgas gabungan masih melakukan pencarian korban. Sementara, di Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat, sudah bergeser dari tanggap darurat menjadi transisi tanggap darurat. Namun, tim satgas gabungan tidak lagi proaktif melakukan pencarian korban.
"Pencarian korban sudah dihentikan. Tetapi, tim SAR masih terus stand by. Artinya, bila ada informasi dari masyarakat mengenai lokasi dan posisi yang diidentifikasi posisi korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," tutur dia.
Sementara, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah menjadi 1.182 jiwa. Dalam dua hari terakhir, terdapat empat penemuan jenazah di beberapa titik berbeda.
"Penambahan korban meninggal dunia terdapat empat jiwa dalam dua hari terakhir yaitu dari Aceh Utara 1 jiwa, Langkat 2 jiwa dan Tapanuli Tengah 1 jiwa. Sehingga, ini menambah total korban meninggal dunia menjadi 1.182 jiwa," kata Muhari.
Di sisi lain, perbaikan jalan dan jembatan juga menjadi salah satu prioritas, lantaran akses jalur darat harus secepatnya dipulihkan untuk mempermudah distribusi logistik. Saat ini di lokasi bencana di tiga provinsi sudah ada 1.780 unit alat berat.
Kemudian, jalur darat dari Gayo Luwes menuju ke Takengon, kini sudah bisa dilewati secara terbatas oleh kendaraan roda empat. Pemulihan di jalur darat lainnya terus dilakukan.
"Sementara, untuk titik longsor di Blangkejeren-Kutacane sudah terbuka untuk akses kendaraan roda empat," tutur Muhari.
BNPB juga menyebut pihaknya bakal memasang 270 jembatan bailey di tiga provinsi. Sejauh ini baru terpasang 20 unit jembatan. Sedangkan yang sedang dipasang ada 10 unit.
"Jembatan ini tidak hanya menghubungkan jalan nasional tetapi nanti juga akan masuk ke jalan-jalan kabupaten, kemcatan hingga desa. Sehingga, hampir semua jembatan yang terputus akan dikoneksikan dengan jembatan bailey," imbuhnya.





