Profil Renee Nicole Good, Ibu Tiga Anak yang Tewas Ditembak Agen ICE

grid.id
14 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Renee Nicole Good menjadi perhatian luas setelah perempuan berusia 37 tahun itu tewas ditembak mati oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Minneapolis, Minnesota. Insiden tersebut terjadi di tengah operasi penegakan imigrasi besar-besaran yang memicu gelombang protes di berbagai kota.

Kematian Renee tidak hanya memunculkan duka mendalam, tetapi juga kemarahan publik terhadap tindakan aparat federal. Otoritas lokal dan pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan versi berbeda mengenai peristiwa tersebut.

Rekaman video kejadian menyebar luas dan memperlihatkan detik-detik penembakan yang mengejutkan warga. Sosok Renee kemudian dikenang sebagai ibu, penulis, dan warga yang peduli pada komunitasnya. Lebih lengkapnya, inilah profil Renee Nicole Good, sebagaimana dihimpun dari Aljazeera dan Times Of India, Jumat (9/1/2026).

Profil Renee Nicole Good

Renee Nicole Good adalah warga Minneapolis yang tinggal hanya beberapa blok dari lokasi penembakan. Dewan Kota Minneapolis secara resmi mengidentifikasi korban sebagai Renee Nicole Good, seorang perempuan berusia 37 tahun.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Dewan Kota Elliot Payne dan para anggota dewan menyebut Renee sebagai warga kota yang pagi itu sedang “merawat dan menjaga tetangganya” sebelum nyawanya melayang di tangan pemerintah federal. Pernyataan tersebut juga mendesak agar ICE angkat kaki dari Minneapolis.

Dalam insiden yang terjadi Rabu pagi itu, sekitar pukul 09.30 waktu setempat, seorang agen ICE menembak Renee saat ia berada di dalam mobilnya. Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan polisi menerima laporan suara tembakan tak lama setelah kejadian.

Otoritas lokal menjelaskan bahwa Renee bertindak sebagai legal observer atau pengamat hukum dalam aksi protes terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Donald Trump. Pengamat hukum biasanya merupakan relawan yang memantau interaksi antara aparat dan warga, serta mendokumentasikan potensi pelanggaran hukum.

Sejumlah laporan media lokal menyebut para aktivis imigrasi membentuk kelompok sukarelawan untuk mengamati lingkungan mereka, mengidentifikasi keberadaan agen ICE yang menyamar, dan memberikan peringatan kepada warga melalui media sosial. Anggota Dewan Kota Minneapolis, Jason Chavez, mengatakan komunitas setempat memiliki berbagai responden warga yang membantu keluarga dengan kebutuhan dasar sekaligus memastikan penegakan imigrasi tidak memecah keluarga.

Namun, dari rekaman video, memperlihatkan seorang agen ICE bertopeng menembakkan senjata api sebanyak tiga kali ke arah sebuah SUV. Mobil tersebut kemudian melaju tak terkendali dan menabrak kendaraan lain yang terparkir.

Dalam video yang viral di internet, terdengar suara warga yang ketakutan berteriak “Shame!” dan meminta agen tersebut berhenti. Beberapa gambar bahkan menunjukkan tubuh Renee yang berlumuran darah terkulai di dalam kendaraan.

Menurut Wali Kota Frey, Renee sempat dibawa ke Hennepin County Medical Center untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak. Insiden ini terjadi di tengah aksi protes terhadap pengetatan kebijakan imigrasi ICE di wilayah selatan Minneapolis, yang sejak awal telah memicu ketegangan antara warga dan aparat federal.

 

Profil Renee Nicole Good dari sisi keluarga menggambarkan sosok yang jauh dari kekerasan. Ibunya, Donna Ganger, mengatakan putrinya meninggal hanya beberapa blok dari rumahnya.

Ia meyakini Renee kemungkinan besar berada dalam kondisi ketakutan saat kejadian. Donna Ganger dengan tegas membantah klaim bahwa putrinya merupakan bagian dari aksi rusuh atau kekerasan dalam protes tersebut.

“Renee adalah orang yang sangat penuh empati. Dia merawat orang lain sepanjang hidupnya. Dia penyayang, pemaaf, dan penuh kasih,” ujar Ganger kepada Minnesota Star Tribune.

Ungkapan ini memperkuat gambaran Renee Nicole Good sebagai pribadi yang lembut dan peduli terhadap sesama. Keluarga menegaskan bahwa Renee tidak pernah terlibat dalam upaya menghalangi atau menyerang aparat.

Dari sisi kehidupan pribadi, Renee Nicole Good adalah seorang ibu dari tiga anak. Ia memiliki seorang anak berusia enam tahun dari pernikahannya dengan Timmy Ray Macklin Jr, yang meninggal dunia pada 2023 dalam usia 36 tahun.

Ayah mertua Renee mengungkapkan keterkejutannya atas peristiwa tersebut dan menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi cucunya. Dua anak Renee lainnya dilaporkan tinggal bersama keluarga besar.

Profil Renee Nicole Good juga menunjukkan latar belakang akademik dan seni yang kuat. Ia menempuh studi creative writing di Old Dominion University, sebuah universitas negeri di Norfolk, Virginia.

Pada 2020, ia meraih penghargaan puisi tingkat sarjana dari universitas tersebut. Dalam biografi singkat Departemen Bahasa Inggris, Renee—yang juga dikenal dengan nama Renee Macklin—disebut sebagai warga asli Colorado Springs, Colorado.

Selain menulis, Renee dikenal memiliki ketertarikan pada seni dan budaya populer. Ia pernah menjadi pembawa podcast bersama mendiang suaminya dan menikmati kegiatan seperti maraton film serta membuat karya seni yang ia sebut sebagai “messy art”.

Akun Instagram miliknya menggambarkan dirinya sebagai “poet and writer and wife and mom”. Hal ini semakin menegaskan profil Renee Nicole Good sebagai seniman sekaligus ibu yang menjalani kehidupan sederhana.

Kesaksian dari teman, tetangga, dan tokoh komunitas turut memperkuat citra Renee sebagai pribadi damai. Dalam sebuah vigil yang dihadiri ratusan orang, banyak yang mengenangnya sebagai tetangga baik yang selalu berusaha melindungi orang lain.

 

Direktur Eksekutif CAIR-MN, Jaylani Hussein, mengatakan Renee adalah sosok yang melakukan hal benar karena cintanya pada lingkungan sekitar. “Dia damai, dan dia meninggal karena menyayangi tetangganya,” ujarnya.

Kematian Renee Nicole Good kini menjadi simbol perlawanan warga terhadap kebijakan imigrasi keras dan penggunaan kekuatan mematikan oleh aparat federal. Profil Renee Nicole Good yang menjadi korban dalam sebuah insiden penembakan.

Ia adalah potret seorang ibu, penulis, dan warga yang peduli pada komunitasnya. Peristiwa ini terus memicu perdebatan nasional tentang kemanusiaan, keadilan, dan batas kewenangan dalam penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Operasi SAR Korban Tenggelamnya KM Putri Sakinah Berakhir, Satu WNA Spanyol Belum Ditemukan
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
PREVIEW: Madura United Incar Kado Manis HUT ke-10, PSIM Pincang
• 11 jam laluberitajatim.com
thumb
Gedung Putih dukung ICE setelah tembak mati warga sipil di Minneapolis
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Celine Evangelista Ungkap Tantangan Main di Film Penunggu Rumah: Buto Ijo
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Joao Cancelo Kembali ke Barcelona, Kata Deco
• 18 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.