Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau progres pembangunan hunian sementara (Huntara). Dimana, ada sebanyak 2.500 unit rumah sementara sedang dibangun untuk warga terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan guna meringankan beban korban, Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan per keluarga telah disalurkan kepada 1.114 keluarga dari total 6.190 rekening yang telah disiapkan.
“Dana tunggu hunian ini diberikan agar keluarga korban dapat bertahan sambil menunggu rumah mereka dibangun. Kami berkomitmen membantu sampai mereka kembali menempati rumahnya,” kata dia melalui laman akun YouTube BNPB Indonesia pada Jumat, 9 Januari 2026.
Tak hanya itu, ia mengatakan jika pihaknya terus menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi.
Ia juga menyampaikan, bahwa pendistribusian bantuan dilakukan hingga ke titik-titik masyarakat yang jauh dari posko.
“Mayoritas logistik dikirim melalui jalur darat, namun jalur udara tetap digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil,” ungkapnya
Hingga saat ini, lanjutnya bantuan yang telah dikirim tercatat mencapai 19 ton untuk Aceh, 31,3 ton untuk Sumatera Utara, dan 3,4 ton untuk Sumatera Barat.
“Logistik kita upayakan sampai ke masyarakat yang paling terdampak, baik melalui jalur darat maupun udara. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan pokok dan hunian sementara segera tersedia,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews


.jpeg)
