Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kondisi alam yang ekstrem menjadi tantangan utama dalam penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami menghadapi curah hujan tinggi yang tidak menentu, sehingga risiko banjir dan longsor tetap ada. Untuk itu, kami memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan tiga pesawat per provinsi yang beroperasi 24 jam bergiliran,” jelas Muhari.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar masyarakat selalu mengikuti peringatan dini BMKG dan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini
“Masyarakat harus selalu mengikuti peringatan dini BMKG dan menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, termasuk menyiapkan jalur evakuasi dan meninjau kondisi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menuturkan, jika BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa hari ke depan di sejumlah wilayah.
“Seperti di Aceh yakni Selatan, Singkil, Subulussalam, Pidie, Jaya, Barat, dan Nagan Raya. Kemudian, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara,” terangnya
Muhari menegaskan, koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, dan BMKG menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews





