Bulog Proyeksi Cadangan Beras Pemerintah 2026 Bakal Capai 7 Juta Ton

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Perum Bulog memproyeksi cadangan beras yang dikantongi pemerintah pada 2026 akan mencapai angka 7 juta ton. Angka ini naik dari capaian tertinggi pada 2025 sebanyak 4 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan jika stok saat ini yang sebanyak 3,35 juta ton ditambah dengan penyerapan pada 2026 sebanyak 4 juta ton, maka Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada tahun 2026 akan sebanyak 7 juta ton.

"Insyaallah dengan stok ini akan terus bertambah karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian, kami bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton. Jadi kalau nambah 4 juta ton, ditambah 3 juta ton (CBP saat ini), ya hampir 7 juta lebih nanti stok kami," kata Ahmad Rizal dalam Konferensi Pers Pasca Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat (9/1).

Ahmad Rizal menyebutkan stok 7 juta tersebut akan memaksimalkan untuk kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, barulah pemerintah akan melihat potensi ekspor ke tiga negara yaitu Timor Leste, Papua New Guinea juga Malaysia.

Menurut dia, opsi ekspor dilakukan untuk memaksimalkan stok yang banyak. Selain melakukan penyaluran bantuan pangan beras, penggelontoran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (Pangan), ekspor juga bisa jadi pilihan.

“Ada kemungkinan ke depan adalah potensi ekspor, nah sehingga dengan keberlanjutan sirkulasi perputaran beras di gudang tersebut, maka beras buluk tetap sehat berkualitas dan layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Kemudian dengan stok CBP saat ini yang capai 3,35 juta ton, Ahmad Rizal memastikan Indonesia bisa melewati Ramadan tanpa kekhawatiran stok beras, termasuk di daerah bencana.

“Stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak dan insya Allah gula juga banyak. Jadi kami yakinkan Bulog akan mendukung sepenuhnya untuk kebutuhan-kebutuhan logistik yang ada di daerah bencana, khususnya di Aceh,” jelasnya.

Bulog Target Serap 3,2 Juta Ton Beras Semester I 2026

Ahmad Rizal menyebutkan Bulog menargetkan serapan beras pada semester I 2026 mencapai 3,2 juta ton, seiring dengan puncak musim panen yang diperkirakan terjadi pada paruh pertama tahun ini.

“Semester I 2026 ini memang puncaknya panen itu di Semester I nah puncak panen biasanya di Semester I nah ini memang targetnya kami akan targetkan 3 juta bahkan 3,2 juta sampai di Semester I,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada Semester II biasanya terjadi penurunan volume panen sekitar 30–40 persen dibandingkan Semester I. Kondisi ini dipengaruhi cuaca, yaitu curah hujan yang cenderung tinggi pada akhir tahun sehingga menghambat proses panen.

Ahmad Rizal juga menegaskan kesiapan Bulog untuk menyerap hasil panen petani dengan kualitas apa pun, selama gabah dipanen pada usia yang tepat atau sudah cukup matang.

“Bulog siap menyerap beras petani dengan kondisi any quality namun dengan catatan dalam usia masa panen, jangan nanti yang dipanen yang masih muda (sebab) diolah gabahnya jadi beras cepat pecah-pecah,” jelasnya.

Untuk memastikan kualitas gabah yang diserap, Bulog berharap adanya dukungan dari berbagai pihak di lapangan, seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, agar petani memanen gabah yang sudah masuk usia panen.

Progres Penyaluran Bantuan Bencana

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Rizal juga membeberkan progres penyaluran bantuan bencana alam di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Di Aceh, Bulog mengoperasikan 15 gudang dengan total cadangan beras pemerintah mencapai 64.889 ton serta dukungan minyak goreng 307.220 liter. Bantuan beras bencana alam yang telah disalurkan mencapai 12.561 ton, ditambah cadangan beras daerah 154 ton.

Atas permintaan Gubernur Aceh, Bulog juga menyalurkan tambahan 5.000 ton beras yang telah terdistribusi ke seluruh kabupaten/kota. Selain itu, bantuan pangan beras sesuai instruksi Presiden mencapai 8.922 ton dan minyak goreng 1.784 liter.

“Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir, seperti Bener Meriah dan Takengon, kemudian dilanjutkan ke Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa beras, minyak, dan gula, tetapi juga dana serta pakaian layak pakai,” jelasnya.

Di Sumatera Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 gudang dengan cadangan beras per Januari sebesar 17.904 ton dan stok minyak goreng sekitar 284.588 kiloliter. Bantuan beras bencana alam yang telah disalurkan mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan pemerintah daerah sekitar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat tercatat 15.211 ton dan minyak goreng kiloliter.

Sementara di Sumatera Barat, Bulog memiliki hampir 12 gudang dengan stok beras 5.508 ton per 8 Januari, serta tambahan sekitar 30.000 ton yang sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Padang. Stok minyak goreng tercatat 15.928 kiloliter.

Kemudian bantuan beras bencana alam yang telah disalurkan mencapai 1.069 ton, ditambah bantuan antardaerah 160 ton, lalu bantuan pangan beras kepada masyarakat mencapai 6.795 ton dan minyak goreng 1.359 kiloliter.

“Seperti di wilayah lainnya, bantuan juga mencakup dana, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya. Penanganan bencana di Sumatera Barat dinilai berjalan cepat dan tanggap darurat telah selesai berkat sinergi berbagai pihak,” tutupnya.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dalam Konferensi Pers Pasca Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Jumat (9/1). Widya/kumparan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chita Natasya, Siswa SMA Negeri 18 Makassar yang Raih Winner Top Model Star Sulsel
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Pertamina Sebut 97% SPBU di Aceh Beroperasi Kembali, Sumut-Sumbar Sudah 100% Normal
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gerebek Arena Sabung Ayam dan Judi Online, 12 Orang Ditabrak Satreskrim Polres Ponorogo 
• 17 jam lalurealita.co
thumb
Ekonomi Dunia Lesu, Ini Alasan Investasi Asing Tetap Mengalir ke RI
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alasan Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.