FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan kota. Hal ini ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Tujuh Wali Wali di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat (9/1/2026).
Menurut Munafri, keterlibatan swasta menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kecepatan pembangunan, khususnya pasca musim penghujan yang kerap menyebabkan kerusakan jalan di berbagai titik kota.
“Target kemantapan jalan tahun 2026 adalah 98 persen. Untuk mencapainya, kami membutuhkan dukungan material yang memadai dan berkualitas,” katanya.
Tak hanya sektor jalan, Pemkot Makassar juga menggenjot pembangunan fasilitas publik lain, mulai dari puskesmas, kantor camat, hingga kantor lurah. Pada tahun 2026, dua puskesmas baru ditargetkan mulai dibangun guna memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Di sektor pendidikan, Pemkot Makassar memperluas kerja sama dengan sekolah swasta unggulan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui skema beasiswa.
Munafri juga memaparkan rencana pembangunan Stadion Makassar berkapasitas 15–17 ribu penonton melalui skema multiyears di kawasan Untia. Stadion ini diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan kawasan baru sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja.
Dengan total belanja daerah sekitar Rp3 triliun pada 2026 serta dukungan anggaran event sekitar Rp5 miliar per bulan, Munafri menegaskan Makassar siap menjadi kota yang ramah investasi dan berdaya saing.
“Kami ingin pembangunan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat dan pertumbuhan dunia usaha lokal,” pungkasnya. (*/)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5442589/original/065108700_1765545595-20251212BL_Timnas_Indonesia_U-22_Vs_Myanmar_SEA_Games_2025-46.jpg)