Rusia Tembak Rudal Hipersonik ke Wilayah Ukraina Dekat Perbatasan NATO

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Rusia menembakkan rudal hipersonik ke sasaran di Ukraina, dekat Polandia yang merupakan anggota NATO semalam. Pada Jumat (9/1), Kiev menyebut hal itu sebagai ancaman baru bagi keamanan Eropa, dan meminta perhatian global.

Sementara itu, Moskow mengatakan telah menembak rudal Oreshnik untuk merespons upaya serangan drone ke salah satu kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin pada Desember 2025. Hal itu dibantah Ukraina, sedangkan Amerika Serikat (AS) menyebut peristiwa itu tak terjadi.

Dikutip dari Reuters, ini adalah kali kedua Rusia menembakkan Oreshnik ke Ukraina, bersamaan dengan serangan udara. Ukraina menyebut serangan itu menewaskan 4 orang di Kiev, memutus aliran listrik di kota itu, dan merusak Kedutaan Qatar.

Oreshnik disebut dirancang untuk memproyeksikan kekuatan di seluruh Eropa dan—menurut Moskow—tak mungkin dicegat. Rudal itu juga mampu membawa hulu ledak nuklir.

“Serangan seperti itu di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman serius bagi keamanan di Benua Eropa dan ujian bagi komunitas transatlantik,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha di X.

“Sungguh tidak masuk akal bahwa Rusia mencoba membenarkan serangan ini dengan ‘serangan terhadap kediaman (Vladimir) Putin’ palsu yang tidak pernah terjadi,” sambung dia.

Menurut Sybiha, ini adalah ancaman global.

“Putin menggunakan rudal balistik jarak menengah (IRBM) di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO sebagai respons terhadap halusinasi pribadinya. Ini benar-benar ancaman global dan menuntut respons global,” ujarnya.

Adapun Pemerintah Ukraina menyebut tuduhan Moskow tentang penyerangan kediaman Putin di wilayah Novgorod, Rusia bagian Utara (29/12) sebagai “kebohongan tak masuk akal” untuk menyabotase perundingan perdamaian.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia tak percaya itu terjadi.

Dampak Rudal di Wilayah Ukraina

Rudal Oreshnik menghantam wilayah Lviv di Ukraina bagian Barat, sekitar 60 kilometer (40 mil) dari perbatasan Polandia. Menurut Moskow, rudal itu menghantam pabrik drone dan infrastruktur energi. Di sisi lain, pejabat Ukraina bilang, rudal itu mengantam infrastruktur yang tak ditentukan.

Terdapat setidaknya 242 drone dan 36 rudal yang ditembakkan Rusia. Militer Ukraina mengatakan, rudal itu bergerak dengan kecepatan 13.000 km per jam.

Pihak berwenang mengatakan, terdapat 4 orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka akibat serangan tersebut. Tembakkan itu juga menyebabkan pemadaman listrik pada lebih dari setengah juta rumah.

Di tengah salju lebat dan suhu sekitar -10 derajat Celcius, air dan pemanas terputus, dan warga Ukraina berlindung di bawah tanah, di atas kursi, serta dibungkus selimut.

Wali Kota Kiev mengungkap, salah satu korban tewas adalah petugas medis darurat yang terkena 2 serangan drone beruntun. Jenazahnya tergeletak tertutup salju di dekat jalan.

Berdasarkan video yang dirilis koresponden perang Rusia, tampak enam kilatan cahaya menghantam tanah, diikuti ledakan keras dan rangkaian ledakan.

“Penggunaan rudal Oreshnik oleh Rusia yang dilaporkan, merupakan eskalasi yang jelas terhadap Ukraina dan dimaksudkan sebagai peringatan bagi Eropa dan AS,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas di X.

“Negara-negara Uni Eropa harus lebih meningkatkan persediaan pertahanan udara mereka dan segera bertindak. Kita juga harus meningkatkan biaya perang ini bagi Moskow, termasuk melalui sanksi yang lebih keras,” tambah dia.

Serangan Rudal Pertama Rusia

Moskow pertama kali menembakkan rudal Oreshnik ke sebuah pabrik militer di Ukraina pada November 2024. Sumber-sumber Ukraina mengatakan, rudal itu membawa hulu ledak tiruan, bukan bahan peledak, dan sebabkan kerusakan.

“Penggunaan terbarunya menimbulkan pertanyaan apakah ini amunisi uji coba lama atau rudal produksi baru,” kata Doug Barry, Spesialis Pertahanan dan Kedirgantaraan di International Institute for Strategic Studies, London


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Ingin Jadi Istri Sah, Tuai Hujatan Usai Desak Mawa Ceraikan Insanul
• 20 jam laluinsertlive.com
thumb
Perut Isinya Sekilo Sabu, Aksi Gila Pasutri Pakistan Telan 159 Kapsul Demi Lolos di Bandara Soetta
• 17 jam lalusuara.com
thumb
Kapan KPK Tahan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji?
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Sejumlah Kelurahan di Jakarta Belum Punya Puskesmas, Pramono Anung: Mudah-mudahan Era Saya Semuanya Ada
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Setelah Serahkan Dokumen Teknis ke PLN, PGE Optimalkan Operasi PLTP Lahendong
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.