3 Anak Usaha Pertamina Ini Bakal Dimerger, Dirut Simon Ketemu Purbaya Bahas Insentif

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan rencana merger tiga anak usaha Pertamina dalam waktu dekat. Hal tersebut dibahas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hari ini.

Simon mengatakan, pertemuannya dengan Menteri Purbaya akan membahas beberapa poin terkait rencana merger PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Baca Juga :
SAL Rp 75 Triliun Ditarik Pemerintah, OJK: Dampak ke Likuiditas Bank Tak Signifikan
Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh Tamiang, Pertamina-Elnusa Serahkan Alat Bor Sumur Air

“Rencana integrasi bisnis hilir kami integrasi. Jadi, kami akan menggabungkan Kilang Pertamina Indonesia (internasional), Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina International Shipping,” kata Simon, di Kementerian Keuangan, Jumat, 9 Januari 2026.

Simon pun mengungkapkan bahwa insentif menjadi salah satu topik pembahasan rapatnya bersama Purbaya. Tetapi, dia tidak mengelaborasi lebih lanjut soal rencana bentuk insentif yang akan diambil untuk memberikan keringanan proses merger.

“Termasuk (insentif),” jawabnya.

Diketahui, Pertamina mulanya menargetkan penggabungan tiga anak usaha itu bakal rampung pada 1 Januari 2026. Namun, rencana aksi korporasi itu masih belum  dapat diselesaikan.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, pada Rabu (19/11/2025), menyampaikan perseroan mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia untuk melakukan integrasi di bisnis hilir, yang terdiri dari sektor comercial and trading, refinery dan kilang, serta logistik.

Agung memaparkan, proses streamlining atau strategi menyederhanakan operasional bisnis ini merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi kompleksitas operasional.

Tujuan utama dari program streamlining ini adalah untuk dapat fokus kepada core business atau bisnis inti dari Pertamina, yaitu dalam bidang minyak dan gas, pengolahan hingga distribusi energi, serta energi baru terbarukan.

Selain itu, strategi ini juga diharapkan dapat menambah daya saing perusahaan, dan lebih efisien dalam pengambilan keputusan.

"Tentunya ditargetkan bahwa nilai tambah yang lebih besar bagi pemegang saham atau unlock value dapat dilakukan," terangnya. (Ant)

Baca Juga :
Purbaya Heran Soal Prinsip Ultimum Remedium di Kasus Pelanggaran Cukai, Begini Katanya
Purbaya Ungkap Banyak Perusahaan Baja China di RI yang Tak Bayar Pajak
Penyaluran Pertalite di Serang Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Pertamina

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tertahan di Pulau Sokotra, Yaman, Tiga WNI Akhirnya Berhasil Dievakusi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AS Mundur dari Pakta Iklim Global, Apa Dampaknya Bagi Dunia?
• 21 jam laludetik.com
thumb
JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Pramono: Diperlukan untuk Difabel
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Laporan Inara Rusli Terkait Illegal Access Naik ke Tahap Penyidikan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Ronaldo dan Messi Sepakat Tak Jadi Pelatih, Bidik Peran Pemilik Klub
• 17 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.