REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait isu kemunculan super flu yang belakangan ini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat dan sempat memicu kekhawatiran akan terulangnya situasi seperti pandemi COVID-19.
Ia menyebut super flu bukanlah virus baru. Istilah super flu itu merujuk pada varian K dari virus influenza A subtipe H3N2 yang sudah lama dikenal di dunia medis. Virus tersebut berbeda dengan COVID-19 yang sebelumnya menjadi pandemi secara global.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Antisipasi Penyebaran Super Flu, Pemprov Jakarta Gelar Vaksinasi Berbayar
- Awas, Kasus Super Flu Terdeteksi di Jawa Tengah, Kenali Gejalanya
- Pemkot Semarang Belum Deteksi Penyebaran Super Flu
"Super flu ini sebenarnya influenza yang sudah lama ada virusnya, beda dengan COVID. COVID kan virus baru. Jadi daya tahan tubuh kita belum ada, karena enggak kenal. Kalau super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya, ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, cuma ini varian baru," katanya saat dujumpai seusai acara ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, mutasi virus influenza adalah hal yang umum terjadi, serupa dengan mutasi COVID-19 yang sebelumnya berkembang dari varian Alpha hingga Omicron. Seharusnya tingkat kekhawatiran terhadap super flu, tidak berlebihan karena sistem kekebalan tubuh manusia pada dasarnya sudah mengenal virus influenza tersebut.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}"Teman-teman ingat kan COVID mulainya alpha, terus ke beta, ada delta yang mematikan, terus ke omicorn. Nah ini adalah varian K. Satu lagi, varian K dari H3N2," ucapnya.
"Imunitas tubuh kita sudah kenal virus ini. Nah kalau terbukti kita sekarang juga enggak apa-apa, ya harusnya ini pun enggak ada masalah asal kondisi badan kita sehat dan baik, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup," katanya menambahkan.
Menkes memastikan hingga saat ini belum ada laporan kematian akibat super flu dan tingkat kesembuhannya tergolong tinggi. Pihaknya juga mencatat, peningkatan kasus influenza termasuk H3N2 bersifat musiman dan masih dalam batas terkendali.
Terkait pencegahannya, Budi mengingatkan langkah-langkahnya sama seperti pencegahan flu dan COVID-19 pada umumnya, yakni menjaga kebersihan dan menggunakan masker sesuai kondisi. Ia memastikan akan terus melakukan pemantauan serta edukasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup sehat.
"Kita sudah sangat tahu bagaimana cara pencegahannya, artinya kalau semuanya, sebelah-sebelahnya sehat, ya enggak usah pakai masker. Tapi kalau sudah ada (misalnya) wartawan sebelahnya yang batuk-batuk, pilek-pilek, ya pakai masker. Sama yang rajin cuci tangan. Ini kan masukannya sama seperti COVID," ujarnya.
Ia juga meminta agar informasi terkait super flu disampaikan secara proporsional agar tidak menimbulkan kepanikan dan kehebohan di tengah masyarakat. "Jangan sampai membuat masyarakat panik karena ini adalah flu yang sudah puluhan tahun sudah kita temui di dunia dan di Indonesia," katanya.
Sebelumnya, Kemenkes mencatat hingga akhir Desember 2025 ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468715/original/014812600_1767975702-IMG-20260109-WA0069.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
