PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) resmi mengoperasikan flagship store B&B Italia di Jakarta. Gerai ini diklaim sebagai monobrand store B&B Italia terbesar di kawasan Asia Pasifik dengan luas area mencapai sekitar 1.300 meter persegi.
Berlokasi di kawasan bisnis dan gaya hidup Jakarta, showroom tersebut mengintegrasikan tiga merek furnitur premium, yakni B&B Italia, Maxalto, dan Azucena, dalam satu lokasi. Kehadiran gerai ini menjadi bagian dari ekspansi ritel LFLO sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam jaringan distribusi produk desain global.
Presiden Direktur LFLO Erlangga Boenawan menyebut peresmian gerai ini sebagai momen penting bagi perusahaan. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut bukan semata hasil kerja korporasi, melainkan bagian dari tanggung jawab yang harus dijaga secara berkelanjutan.
“Semua yang kami miliki adalah titipan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujar Erlangga dalam peresmian tersebut.
Baca Juga: Digiplus Catat Pertumbuhan Positif di Akhir Tahun 2025 Lewat Ekspansi Gerai dan Ekosistem Teknologi Lifestyle
Dari sisi kinerja usaha, manajemen LFLO memproyeksikan flagship store ini dapat berkontribusi terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan. Estimasi kontribusi pendapatan dari gerai tersebut berada pada kisaran Rp80–Rp100 miliar per tahun.
Meski demikian, Erlangga menegaskan bahwa strategi bisnis perusahaan tidak semata berorientasi pada peningkatan keuntungan. Ia menekankan pentingnya tata kelola, integritas, dan akuntabilitas dalam menjalankan ekspansi usaha.
“Kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalan pintas dan membangun fondasi usaha berbasis integritas,” katanya.
Terkait profitabilitas, manajemen memandang keuntungan sebagai instrumen pendukung, bukan tujuan utama.
Baca Juga: Buka 35 Gerai Baru Hingga Oktober 2025, Begini Strategi ERAA Tahun 2026
Pendekatan tersebut, menurut Erlangga, bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan nilai-nilai perusahaan.
Selain berfungsi sebagai ruang ritel, gerai ini juga dirancang sebagai ruang interaksi bagi pelaku industri kreatif.
Konsep ruang mengusung pendekatan kurasi desain yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat urban, dengan fokus pada fungsi, estetika, dan kenyamanan.
LFLO menyebut pendekatan tersebut sebagai upaya memperluas pemahaman publik terhadap desain interior tanpa membatasi pada segmen tertentu.
Ruang tersebut juga diharapkan menjadi tempat bertemunya arsitek, desainer, dan konsumen untuk berdiskusi dan bertukar gagasan.
Menutup pernyataannya, Erlangga menegaskan bahwa keberlanjutan usaha LFLO akan bergantung pada konsistensi perusahaan dalam menjaga nilai, tata kelola, dan tanggung jawab sosial di tengah ekspansi bisnis yang dilakukan.




