Pergerakan Tanah Ancam Bangunan Sekolah di Kulon Progo

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Kulon Progo: Bangunan SD Negeri Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terancam longsor akibat pergerakan tanah yang dipicu meningkatnya intensitas hujan. Retakan tanah hingga dinding bangunan melebar dan membuat sejumlah ruang sekolah tidak lagi aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala SD Negeri Kokap, Surohim, mengatakan pergeseran tanah terjadi secara bertahap dan kini kondisinya semakin mengkhawatirkan, terutama di area dapur dan ruang UKS yang berdekatan dengan ruang guru.

“Sekarang sudah bergeser sekitar 30 sentimeter akibat hujan,” kata Surohim, Jumat, 8 Januari 2026.

Bangunan SD Negeri Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terancam longsor. (Metrotvnews.com/A Mustaqim)

Untuk mencegah risiko lebih besar, pihak terkait telah memasang garis pembatas di area terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo juga mendirikan tenda darurat di sekitar sekolah.

Ancaman longsor dinilai cukup besar karena terdapat dua bangunan yang terdampak langsung. Selain itu, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta tiga ruang kelas juga berada di zona rawan.

“Pemasangan tenda darurat digunakan sebagai ruang guru serta ruang kelas V untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Surohim.

Baca Juga :

Permukiman Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Cianjur Direlokasi

Surohim menjelaskan, penggunaan tenda darurat merupakan langkah antisipasi agar aktivitas pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang aman. Sebagian siswa pun terpaksa mengikuti pembelajaran dari rumah dengan sistem penugasan.

“Sesuai rekomendasi dari instansi terkait, ada beberapa ruang kelas yang tidak boleh digunakan karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Nur Wahyudi, menyampaikan sejumlah opsi penanganan telah dibahas, termasuk kemungkinan relokasi sekolah.

“Kalau revitalisasi itu memang perencanaan satu tahun sebelumnya. Ini yang paling memungkinkan ya APBD tapi persisinya belum tau mungkin bisa BTP,” kata Nur Wahyudi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hewan Tertua di Dunia Berusia 507 Tahun Ditemukan, Nasibnya Tragis
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penguatan SDGs, Dewan Riset Nasional Spanyol Danai Proyek Thematic Research Group GIS Land Use Unhas
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Viral, Striker Real Madrid Kylian Mbappe Ucap Assalamualaikum Setelah Tiba di Arab Saudi untuk Final Piala Super Spanyol
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kesaksian Kakek Pemilik Rumah di Bogor Saat Longsor Sempat Timbun 2 Cucunya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Rachmat Tent Dukung Kenyamanan dan Keamanan Event di Palu Lewat Sewa Tenda Roder
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.