Dirut Bulog dorong beras satu harga Sabang-Merauke usai RI swasembada

antaranews.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mendorong kebijakan beras satu harga dari Sabang hingga Merauke setelah Indonesia resmi mencapai swasembada pangan beras sepanjang tahun 2025.

Rizal menegaskan Bulog berperan aktif mengawal swasembada pangan nasional, seiring keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras sejak Januari hingga Desember 2025.

"Dari Sabang sampai Merauke, insya Allah Bulog akan bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Sabang sampai Merauke, harganya satu harga," kata Rizal dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera yang digelar di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat.

Dia menuturkan keberhasilan swasembada beras tersebut telah dideklarasikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1) sebagai tonggak penting kemandirian pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.

Puncak swasembada pangan ditandai dengan stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton pada Juli 2025, mencerminkan kuatnya produksi dalam negeri serta efektivitas pengelolaan cadangan nasional.

Memasuki Januari 2026, stok beras Bulog tercatat sebesar 3,35 juta ton yang dinilai tetap aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Ke depan, Bulog menargetkan penyerapan beras petani mencapai 4 juta ton sebagai langkah strategis memperkuat cadangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang ekspor.



Baca juga: Dirut Bulog sebut stok beras 3,35 juta ton aman hingga Idul Fitri 2026

Selain ekspor, Bulog juga menyiapkan kebijakan pemerataan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan agar harga beras terjangkau secara merata di seluruh wilayah.

Konsep beras satu harga dari Sabang hingga Merauke diharapkan dapat meniru keberhasilan kebijakan energi nasional, sehingga tidak ada lagi disparitas harga antarwilayah.

"Seperti juga Pertamina. Pertamina juga dari Sabang sampai Merauke satu harga. Bulog juga berasnya satu dari Sabang sampai Merauke juga satu harga," ucap Rizal.



Baca juga: Bulog pecahkan rekor penyerapan gabah hingga kawal swasembada

Bulog berharap dukungan seluruh masyarakat agar kebijakan satu harga menjadi legacy nasional, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stabilitas pangan Indonesia.

Adapun beras SPHP selama ini dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Apple iPhone Air 2 Bakal Perbaiki Dua Masalah Utama, Apa Saja?
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Bukan Hanya Soal Huntara, Ternyata Ini 4 Masalah Mendesak di Aceh Menurut Satgas Galapana DPR
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Hasil Bundesliga: Dortmund Paksa Frankfurt Berbagi Angka
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Perjalanan Karir Gus Yaqut, dari Wabup hingga Jadi Menteri lalu Tersangka Korupsi
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Jadwal Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri dan Jojo jaga asa
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.