PT Pertamina (Persero) menempuh jalur udara untuk mendistribusikan energi ke wilayah yang terisolir akibat bencana di Sumatra. Mengingat akses darat yang terputus, moda transportasi mulai dari helikopter hingga pesawat khusus dikerahkan.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan tiga metode distribusi, yakni reguler, alternatif, dan emergency. Jalur udara menjadi pilihan terakhir saat bobot kendaraan tanki tidak memungkinkan melewati akses yang rusak.
Baca Juga: Pertamina Pasok BBM Untuk Genset dari Bahlil
"Mengingat size kendaraan dan juga bobot yang kami bawa cukup signifikan, namun aksesnya terbatas, maka kami memilih jalur udara," ujar Arya dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Pertamina Amankan Pasokan BBM & Air Bersih di RSUD Aceh Tamiang
Dalam prosesnya, Pertamina menggunakan metode sling load atau menggantung tabung LPG pada helikopter untuk mencapai titik pengungsian. Tak hanya itu, pesawat jenis air tractor juga diterjunkan untuk mengangkut BBM dalam bentuk drum.
"Tiga mode pengiriman darat, laut, dan udara ini kami laksanakan. Ada tabung LPG yang diangkut menggunakan helikopter menggunakan metode sling load, kemudian juga ada yang menggunakan pesawat air tractor. Pesawat ini langsung membawa fuel untuk dikirim ke daerah yang terisolir," jelasnya.




