Jakarta, VIVA – Jumat 9 Januari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan menteri agama, Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Hal ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
"Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji," kata Budi kepada awak media.
Seiring ditetapkannya Yaqut sebagai tersangka, rekam jejak mantan Menteri Agama itu kembali menjadi sorotan publik. Yaqut dikenal sebagai sosok yang dekat dengan dunia pesantren. Pria kelahiran Rembang, 4 Januari 1975, ini tumbuh dan besar di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang.
Ayahnya, KH. Muhammad Cholil Bisri, merupakan ulama terkemuka asal Rembang sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, pamannya, Ahmad Mustofa Bisri, pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PBNU ke-9 dan dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Reteh, Rembang, Jawa Tengah.
Tak hanya lekat dengan lingkungan pesantren, Gus Yaqut juga memiliki latar belakang kuat di dunia politik. Sang ayah tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR pada periode 2002–2004.
Perjalanan Karir Politik Gus Yaqut
Gus Yaqut diketahui pernah menempuh pendidikan di Universitas Indonesia jurusan sosiologi meski tidak sampai lulus. Ketertarikannya pada dunia politik sudah terlihat sejak masa kuliah. Ia aktif berorganisasi dan menjadi salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Depok pada periode 1996–1999.
Sementara itu, karir politiknya sendiri dimulai pada tahun 2001, saat itu dirinya dipercaya menjadi ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang hingga tahun 2004. Di tahun yang sama yakni 2004 dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang.
Setahun menduduki jabatan sebagai anggota DPRD, Gus Yaqut mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati Rembang mendampingi Moch Salim pada Pilkada 2005. Saat itu dirinya terpilih menjadi wakil bupati Rembang periode 2005-2010.
Setahun setelahnya tepatnya 2011 Gus Yaqut memimpin organisasi sayap kepemudaan NU, GP Ansor hingga thun 2015. Setahun menjabat sebagai Ketua GP Ansor, Gus Yaqut juga dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah hingga tahun 2017. Di tahun 2015, dirinya kembali terpolih sebagai ketua GP Ansor melalui kongres XV GP Ansor.




