Modal Rp 40 Jutaan Suzuki S-Presso Disulap Jadi Mini Jimny

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Suzuki S-Presso kerap dipandang sebagai city car mungil dengan desain yang mengundang pro dan kontra. Namun di tangan Surya Kartika, warga Denpasar, Bali, mobil tersebut justru tampil berbeda setelah dimodifikasi dengan konsep mini Jimny.

Surya yang berprofesi sebagai pedagang mobil bekas di Bali memilih S-Presso tahun 2023 sebagai basis modifikasi. Mobil tersebut ia beli dalam kondisi tangan kedua, lalu dijadikan proyek personal untuk mengubah tampilan standar pabrikan yang menurutnya masih bisa dieksplorasi lebih jauh.

Konsep modifikasi yang diusung terinspirasi dari karya Gofar Hilman melalui produk bodykit GH Style. Surya menilai pendekatan tersebut mampu mengubah karakter S-Presso menjadi lebih proporsional dan sedap dipandang.

“Konsep modifikasi terinspirasi dari modifikasi yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Gofar Hilman dengan produk bodykit GH Style. Saya sependapat dengan Gofar ingin mengubah tampang S-Presso yang sering saya dengar kurang ganteng, jadi lebih proper dan enak dilihat,” ujar Surya kepada kumparan baru-baru ini.

Konsep mini Jimny diwujudkan lewat perubahan signifikan pada sektor eksterior. Hampir seluruh wajah mobil dirombak, mulai dari grill, kap mesin, lampu, hingga bumper, demi menghadirkan karakter SUV kompak yang lebih tegas.

“Iya, modifikasinya dibikin mini Jimny. Ubahan paling besar memang di eksterior, saya pure merombak tampang S-Presso dari grille, kap mesin, lampu sampai bumper,” jelasnya.

Untuk memperkuat kesan gagah, Surya menambahkan fender yang membuat proporsi bodi terlihat lebih berotot. Sektor kaki-kaki juga ikut disesuaikan dengan penggunaan velg HSR KLG ring 14, sementara interior dibiarkan tetap standar bawaan pabrik.

“Penambahan fender juga saya lakukan supaya kesan gagah dari Jimny makin terasa. Semuanya terinspirasi dari Gofar Hilman dengan product bodykit GH Style. Velg saya ganti ke HSR KLG 14, interior masih standar,” katanya.

Meski tampilan berubah drastis, sektor mekanis tetap dipertahankan. Mesin S-Presso masih mengandalkan spesifikasi standar pabrikan dengan transmisi AGS, tanpa sentuhan performa tambahan.

“Untuk mesin masih standar S-Presso dengan transmisi AGS-nya,” ucap Surya.

Dari sisi biaya, Surya mengaku menghabiskan dana sekitar Rp 40 jutaan untuk keseluruhan proses modifikasi. Pengerjaan berlangsung selama kurang lebih 2,5 bulan, dimulai akhir Juli dan rampung pada awal Oktober.

“Total biaya modifikasi kira-kira Rp 30 sampai 40 juta, pengerjaan sekitar 2,5 bulan. Rencananya mobil ini bakal dijual di harga Rp 188 juta, nego,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Rp132,3 Triliun, Kredit Macet Melonjak
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pelatih Persija Berikan Penilaian kepada Persib: Klub dengan Investasi Terbesar, Punya Banyak Pemain Timnas Indonesia
• 5 jam lalubola.com
thumb
Reni Effendi Angkat Bicara Soal Dugaan Selingkuh Richard Lee, Blak-blakan Soal Foto Bareng Cewek Muda
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kegagalan Komunikasi dan Matinya Sensitivitas Pejabat Publik Indonesia
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
PAM Jaya Perluas Layanan Air Bersih ke Timur dan Selatan Jakarta, Target 90 Persen Cakupan pada 2026
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.