Kim Jong-un Sebut Korut Siap Jadi Sekutu Abadi Rusia

republika.co.id
22 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengatakan negaranya siap menjadi sekutu abadi Rusia. Hal itu disampaikan Kim dalam surat balasannya untuk Presiden Rusia Vladimir Putin. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1754473276648-0'); });

Dalam surat tersebut, Kim menyampaikan bahwa dia ingin kerja sama Korut dengan Rusia di berbagai bidang terus berlanjut. "Kerja sama erat kita akan berlanjut di berbagai bidang sesuai dengan semangat kemitraan strategis komprehensif antara Republik Rakyat Demokratik Korea dan Federasi Rusia, kepentingan strategis kedua negara, dan aspirasi serta keinginan kedua bangsa," tulis Kim, seperti dilaporkan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Jumat (9/1/2026). 

 

Kim kemudian menekankan tentang berharganya hubungannya dengan presiden Rusia dan berjanji untuk selalu mendukung kebijakan Putin. "Saya akan sepenuhnya menghormati dan tanpa syarat mendukung semua kebijakan yang Anda jalankan serta keputusan yang Anda buat, dan saya siap untuk selalu berdiri bersama Anda dan Rusia. Pilihan ini tidak berubah dan akan tetap abadi," kata Kim. 

 

Sebelumnya Putin telah terlebih dulu mengirimkan surat berisi ucapan selamat untuk Kim Jong-un. Namun dalam laporannya KCNA tidak menerangkan kapan atau dalam rangka apa Putin mengirim suratnya.

 

Hubungan Korut dan Rusia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir. Korut bahkan mengutus pasukannya untuk berperang bersama tentara Rusia dalam konfliknya dengan Ukraina. 

 

Menurut badan intelijen Korea Selatan (Korsel), Korut diperkirakan mengerahkan hingga 15 ribu prajurit untuk membantu Rusia. Sekitar dua ribu di antaranya tewas dalam pertempuran. 

 

Pada Agustus 2025, Pyongyang turut mengirim sekitar 1.000 insinyur militer ke kota Kursk di Rusia barat. Mereka ditugaskan membantu militer Rusia membersihkan ranjau yang ditanam selama pertempuran dengan pasukan Ukraina.

 

Korut dan Rusia menandatangani kemitraan strategis komprehensif pada 2024. Hal tersebut menjanjikan dukungan militer timbal balik jika salah satu dari mereka diserang oleh pihak ketiga. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1676653185198-0'); });

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kecam Aksi Militer AS di Venezuela, Megawati: Bentuk Neokolonialisme Modern
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Lebih dari 1.000 Aksi Protes Menentang ICE Akan Digelar di AS Akhir Pekan Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Persija Vs Persib: Gustavo Almeida Berpeluang Comeback, Banding Ryo Matsumura Ditolak, Bagaimana dengan Fabio Calonego?
• 13 jam lalubola.com
thumb
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Pramono Ungkap Masih Tunggu Keputusan Danantara soal Proyek PSEL
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.