Wall Street Cetak Rekor saat Penutupan, S&P 500 Dekati Level 7.000

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, didorong oleh laporan lapangan pekerjaan Desember

Wall Street Cetak Rekor saat Penutupan, S&P 500 Dekati Level 7.000 (Foto: dok AP)

IDXChannel -  Indeks bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menutup perdagangan pekan pertama 2026 dengan performa gemilang pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat. 

Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa, didorong oleh laporan lapangan pekerjaan Desember yang menunjukkan ketahanan ekonomi meskipun angka rekrutmen melambat.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Lebih Tinggi usai Data Pekerjaan AS Dirilis

Mengutip Investing, Dow Jones Industrial Average naik 237 poin atau 0,5 persen, S&P 500 menguat 0,6 persen ke level rekor baru di 6.963,21, sementara indeks padat teknologi NASDAQ Composite naik 0,8 persen.

Secara mingguan, S&P 500 mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen, sedangkan Dow dan Nasdaq masing-masing melonjak sekitar 2 persen.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi Amerika Serikat menambah 50.000 lapangan kerja pada bulan Desember, turun dibandingkan angka November sebesar 56.000. Realisasi ini berada di bawah ekspektasi para ekonom yang memproyeksikan angka 66.000.

Selain itu, terdapat revisi pada data bulan-bulan sebelumnya. Pada Oktober penurunan jumlah tenaga kerja direvisi lebih dalam sebesar 68.000 menjadi kehilangan 173.000 pekerjaan.

Sedangkan November, total lapangan kerja direvisi turun menjadi 56.000 dari laporan awal 64.000.

Meskipun pertumbuhan lapangan kerja melambat, tingkat pengangguran secara mengejutkan turun tipis menjadi 4,4 persen, lebih baik dari perkiraan pasar dan angka November yang sebesar 4,5 persen.

Lembaga investasi Jefferies mencatat bahwa meskipun survei bisnis melandai, data survei rumah tangga justru menunjukkan kondisi yang jauh lebih kuat. Survei tersebut menunjukkan jumlah tenaga kerja yang bekerja naik 232 ribu, sementara jumlah pengangguran turun 278 ribu.

Terkait arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), Jefferies menilai, peluang pemangkasan suku bunga pada Maret mendatang terlihat relatif rendah pasca rilis data ini.

Namun, analis memperkirakan The Fed akan tetap berada di jalur penurunan suku bunga dalam jangka panjang. Hal ini didasari oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih lunak di kuartal pertama serta risiko inflasi yang tetap rendah.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Bundesliga: Dortmund Paksa Frankfurt Berbagi Angka
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Detik-Detik Pipa Gas PT TGI Meledak di Inhu, Warga: Suaranya seperti Bom
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Komdigi Putus Sementara Akses Grok AI di X, Ini Alasannya
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
Ekspor Lamongan 2025 Tembus Angka 22 Triliun Rupiah, Didominasi Perikanan Hingga Baja
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Gol cepat jadi kunci kemenangan Persita atas Borneo FC
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.