Pencarian Korban Tenggelam Kapal Putri Sakina Ditutup, Satu WN Spanyol Dinyatakan Hilang

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Labuan Bajo, tvOnenews.com - Setelah perpanjangan dua hari, hingga Jumat (9/1/2026) kemarin, pencarian terhadap warga negara Spanyol, korban tenggelamnya kapal Putri Sakina resmi ditutup. 

Seluruh personel tim SAR gabungan bersama alat angkutan laut ditarik dari lokasi pencarian. 

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan, tim SAR gabungan telah memaksimalkan pencarian korban keempat dengan berbagai upaya. 

Dalam dua hari ini tim SAR sudah memasuki area darat terutama di hutan bakau Pulau Serai namun tidak menemukan tanda-tanda korban. 

Tim SAR gabungan berada di dekat kantong berisi jenazah diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/1).
Sumber :
  • Antara

"Tantangan yang dialami tim SAR adalah kondisi cuaca dalam dua hari ini dimana terjadi hujan deras pada pagi dan sore hari. Ini menghambat pencarian," ungkap Fathur.

Selain menelusuri hutan bakau, penyisiran di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo juga sudah dilakukan berulang kali. 

Pencarian juga agak terhambat karena terjadi gelombang tinggi dan arus laut yang kencang. 

"Operasi memang kita tutup, tapi tetap kita lakukan monitor terhadap satu (korban) yang belum ditemukan. Dengan telah dibukanya pelayaran, diharapkan saat berjalan ada tanda-tanda korban, tim bisa melakukan evakuasi," kata Fathur.  

Pencarian ditutup secara resmi usai apel penutupan di Pelabuhan Marina Labuan Bajo yang diikuti semua personel Sar gabungan dan kerabat korban. 

Sepanjang pencarian 28 personel lintas instansi yang menetap selama dua pekan di Pos Padar juga kembali ke Labuan Bajo. 

"Korban yang belum ditemukan, kita nyatakan hilang," imbuh dia. 

Nahkoda dan 1 ABK Jadi Tersangka

Polda NTT telah menetapkan dua orang tersangka dalam perkara kecelakaan kapal KLM Putri Sakinah yang terjadi di perairan Manggarai Barat. 

Penetapan tersangka dilakukan melalui gelar perkara yang digelar di ruang Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, Kamis (8/1/2026).

Kedua tersangka adalah nahkoda kapal berinisial L dan anak buah kapal (ABK) berinisial M. 

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memaparkan hasil penyelidikan dan penyidikan awal, termasuk keterangan saksi, ahli, serta alat bukti lainnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cara Cek Bansos Januari 2026: Berikut Panduan dan Kriteria Penerimanya
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mensos Sebut Rp600 Miliar Bansos Pascabencana Sumatera Siap Disalurkan
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Pidato saat Rakernas I, Megawati Perintahkan Kader PDIP Bantu Korban Bencana
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Tak Mau Mengalah! Rizky Ridho Pastikan Persija Bakal Kalahkan Persib Bandung
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Agar Siswa Suka Makan Sayur, BGN Akan Libatkan Guru dan Mahasiswa Dalam Pendidikan Gizi di Sekolah
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.