Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi keberadaan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang telah memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai bagian dari penguatan sistem respons kesehatan dalam situasi kebencanaan di Indonesia.
Menurut Budi, EMT Muhammadiyah bahkan tercatat sebagai tim medis pertama di Tanah Air yang mendapatkan pengakuan sesuai standar WHO. Hal itu, kata dia, menunjukkan kesiapan dan profesionalisme Muhammadiyah dalam memberikan layanan kesehatan darurat.
“EMT Muhammadiyah sudah memenuhi standar WHO, bahkan menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 Januari 2026.
EMT merupakan tim medis yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung di lokasi bencana. Tim ini terdiri dari tenaga kesehatan terlatih yang disiapkan untuk merespons kondisi darurat secara cepat, terkoordinasi, dan mengikuti standar internasional.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa persyarikatan memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan medis pada situasi krisis, termasuk saat pandemi Covid-19. Ia menyebut Muhammadiyah sempat menyiapkan 25 rumah sakit, namun pada akhirnya sebanyak 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat aktif dalam layanan kesehatan ketika banyak fasilitas lain masih menghadapi keterbatasan.
“Kami menyiapkan 25 rumah sakit, tetapi akhirnya 86 rumah sakit Muhammadiyah terlibat dalam pelayanan, bahkan saat banyak rumah sakit lain masih ragu menangani kondisi darurat pada masa Covid-19,”ungkap Haedar.
Pengembangan EMT di lingkungan Muhammadiyah telah dimulai sejak 2007 sebagai bagian dari penguatan kapasitas layanan kesehatan kebencanaan. Pada fase awal, tim ini dikenal sebagai Disaster Medical Committee (DMC) sebelum kemudian berkembang menjadi EMT seperti saat ini.
Dalam operasionalnya, EMT Muhammadiyah berada di bawah koordinasi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), lembaga yang dibentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menjalankan fungsi penanggulangan bencana.
Keberadaan EMT Muhammadiyah dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat layanan kesehatan darurat dan mendukung sistem penanganan bencana nasional, khususnya dalam merespons situasi krisis yang membutuhkan tindakan medis cepat dan terorganisasi.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469057/original/046007000_1768050001-Gustavo_Persebaya.jpg)
