Bisnis.com, JAKARTA — Investasi perak kembali menarik perhatian investor setelah mencatatkan kenaikan sepanjang 2025 dan diprediksi bakal terus naik pada 2026.
Berdasarkan laporan Deccan Herald yang dikutip pada Sabtu (10/1/2026), harga perak melonjak hingga sekitar 150%, melampaui kinerja emas dan saham. Lonjakan ini didorong oleh keterbatasan pasokan global, meningkatnya permintaan industri mulai dari panel surya, kendaraan listrik, hingga pusat data serta aksi pembelian oleh investor ETF.
Meski begitu, para analis mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. Di tengah euforia dan proyeksi imbal hasil tinggi pada 2026, pemahaman dasar dan pendekatan yang tenang menjadi kunci, terutama bagi investor pemula.
Simak 10 tips investasi perak yang bisa menjadi panduan awal: 1. Pahami Alasan BerinvestasiLangkah pertama bukan langsung membeli perak, melainkan memahami tujuan investasi. Apakah untuk diversifikasi, lindung nilai, atau peluang keuntungan jangka menengah. Kejelasan tujuan akan membantu menghindari keputusan emosional.
Luangkan waktu untuk mengamati harga perak selama beberapa hari atau minggu. Tujuannya bukan menebak harga, melainkan mengenali pola dan volatilitas perak.
3. Tentukan Tingkat KeterlibatanInvestor perlu menentukan apakah ingin memiliki perak secara sederhana atau aktif memantau lewat platform digital. Pilihan ini memengaruhi kenyamanan dan strategi ke depan.
4. Gunakan Dana DinginInvestasi perak sebaiknya menggunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat. Perak bisa berfluktuasi tajam dan membutuhkan kesabaran.
5. Utamakan KenyamananJika investasi terasa membuat stres, bisa jadi itu bukan pilihan yang tepat. Kenyamanan menjadi faktor penting agar investor tidak terburu-buru menjual saat harga turun.
6. Pilih Satu Instrumen di Awal
Pemula disarankan memilih satu cara investasi terlebih dahulu, misalnya perak fisik atau platform digital. Terlalu banyak instrumen di awal justru bisa membingungkan.
7. Terima Volatilitas Harga
Harga perak tidak bergerak lurus. Naik-turun adalah hal wajar. Investor perlu memahami bahwa fluktuasi merupakan bagian dari perjalanan investasi.
8. Kelola Ekspektasi dan Siapkan Strategi Keluar
Dilansir dari Delor, meski prediksi imbal hasil perak 2026 berada di kisaran 20%–60%, investor perlu realistis. Secara historis, imbal hasil perak jangka panjang berada di kisaran 9–10% per tahun. Perak sebaiknya diposisikan sebagai alokasi taktis, bukan investasi utama, dengan strategi keluar dan target keuntungan yang jelas.
9. Hindari Terlalu Sering Mengecek Harga
Memantau harga secara berlebihan berisiko memicu keputusan emosional. Investasi perak lebih cocok dipantau secara berkala, bukan setiap saat.
10. Terus Belajar dari Pengalaman
Pengalaman langsung sering kali lebih berharga daripada teori. Fokus awal sebaiknya bukan mengejar untung cepat, melainkan membangun pemahaman dan kepercayaan diri. (Angela Keraf)





