Penulis: M. Ramadan
TVRINews, Anambas
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Anambas Budhi Purwanto melakukan kunjungan ke kawasan hutan Anambas untuk melihat langsung fenomena langka mekarnya bunga Rafflesia.
Kehadiran pimpinan korps Adhyaksa Anambas ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa pesan kuat mengenai pentingnya penegakan hukum di bidang konservasi alam.
Melihat langsung bunga raksasa tersebut tumbuh subur di habitat aslinya, Budhi Purwanto mengaku sangat terpukau dengan kekayaan hayati yang dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam kesempatan tersebut, Budhi Purwanto mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk bersinergi menjaga hutan Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan, dari segala bentuk ancaman seperti perambahan hutan maupun aktivitas ilegal lainnya yang dapat merusak ekosistem.
Ia menekankan bahwa keberadaan flora langka seperti Rafflesia adalah indikator bahwa hutan Anambas masih memiliki kualitas yang baik, namun sekaligus rentan terhadap gangguan jika tidak dijaga secara kolektif.
“Keindahan bunga Rafflesia ini adalah anugerah sekaligus tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan Indonesia dari segala ancaman. Kita harus memastikan habitat flora dan fauna ini tetap aman. Perlindungan hutan bukan hanya soal menjaga pohon, tapi menjaga masa depan generasi kita dari kerusakan lingkungan." harapnya.
Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri, Budhi Purwanto juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum terhadap pelanggaran yang merusak lingkungan hidup. Baginya, menjaga ekosistem hutan adalah bagian dari menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia.
Hutan Anambas yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna unik harus dilindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
Ia berharap penemuan bunga Rafflesia ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih mencintai alam dan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan di dalam kawasan hutan lindung.
Kajari berharap agar ke depan, hutan di Kepulauan Anambas dapat dikelola dengan prinsip berkelanjutan. Dengan terjaganya habitat Rafflesia, Anambas tidak hanya memiliki kekayaan bahari, tetapi juga kekayaan daratan yang tak ternilai harganya di mata dunia.
"Jangan sampai kekayaan ini hanya tinggal cerita. Mari kita awasi, kita jaga, dan kita lestarikan hutan Anambas agar fauna dan flora di dalamnya, termasuk bunga Rafflesia ini, tetap bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews


