Bisnis gadai tumbuh subur per November 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi gadai tercatat menembus Rp 125,44 triliun dalam setahun, mencerminkan peran sektor ini sebagai alternatif pembiayaan di tengah tekanan ekonomi dan biaya hidup yang masih tinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan realisasi transaksi gadai hingga November 2025 tumbuh 42,88 persen dibandingkan period yang sama tahun sebelumnya dengan tingkat risiko kredit yang tetap terkendali.
“Pembiayaan terbesar di industri pegadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai yaitu sebesar Rp 102,75 triliun atau 81,92 persen dari total pembiayaan yang disalurkan,” katanya dalam Konferensi Pers RDKB Desember 2025, dikutip Sabtu (10/1).
Transaksi Pinjol Juga NaikSelain gadai, total outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) atau pinjol tembus Rp 94,85 triliun per November 2025. Angka tersebut tumbuh 25,45 persen dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 90,99 triliun.
“Pada industri pinjaman daring atau pindar outstanding pembiayaan pada November 2025 tumbuh 25,45 persen year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp 94,85 triliun,” sebut Agusman.
Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet di sektor pinjol secara agrerat atau wanprestasi 90 hari (TWP90) berada di posisi 4,33 persen hingga November 2025, naik 2,7 persen dari bulan sebelumnya.
Utang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh 1,09 persen secara tahunan hingga November 2025 menjadi Rp 506,82 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 8,99 persen secara tahunan.
Dari sisi pembiayaan modal ventura, pada November 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 1,20 persen secara tahunan dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp 16,29 triliun.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2025%2F12%2F19%2Ffc4e9dde-2820-4f95-a7df-20a094902368.jpg)


