Indonesia–Turki Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan, Fokus pada SDM dan Industri Strategis

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indonesia dan Turki sepakat meningkatkan kerja sama pertahanan di berbagai bidang, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pengembangan industri pertahanan, dalam Dialog 2+2 yang digelar di Ankara pada Jumat.

Fokus SDM Militer dan Penguatan Kapasitas Perdamaian

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa aspek pertama yang disepakati dalam pertemuan bilateral adalah penguatan sumber daya manusia (SDM) pertahanan.

"Kami akan meningkatkan program investasi sumber daya manusia untuk kedua negara sebagai fondasi kerja sama pertahanan jangka panjang di bawah Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan antara Indonesia dan Turki," ungkap Sjafrie dalam pernyataan pers bersama.

Kerja sama SDM ini akan difokuskan pada pendidikan dan pelatihan personel militer kedua negara, dengan tujuan meningkatkan profesionalitas, kapasitas, dan kesiapan militer Indonesia dan Turki.

"Kami akan segera membuat sebuah kelompok kerja untuk melaksanakan kerja sama dalam hal ini baik di Indonesia maupun Turki," tambahnya.

Indonesia dan Turki juga menyepakati peningkatan koordinasi dalam penguatan pasukan penjaga perdamaian, khususnya di Gaza.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina dan upaya menciptakan stabilitas di kawasan serta dunia.

Industri Pertahanan dan Strategi Global

Selain kerja sama di bidang SDM, Indonesia dan Turki sepakat memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan.

Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi pertahanan maju, termasuk teknologi strategis untuk pesawat militer.

Sjafrie menyatakan harapannya bahwa kerja sama ini dapat membantu memperkuat kapasitas pertahanan nasional Indonesia melalui alih teknologi dan penguatan sektor industri pertahanan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler, menyebut pertemuan ini sebagai pertemuan yang sangat konstruktif dan strategis.

Ia menekankan bahwa Indonesia dan Turki perlu meningkatkan koordinasi di tingkat internasional, khususnya dalam bidang militer.

Güler juga menyoroti pentingnya peningkatan efisiensi dalam berbagai misi perdamaian global yang sedang berjalan.

"Kami berharap kerja sama yang erat di bidang pertahanan antara Indonesia dan Turki dapat berperan dalam mewujudkan perdamaian di tingkat kawasan maupun di tingkat global," ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Diklat PPIH 2026, Irjen Kemenhaj: Haji 90 Persen Ibadah Fisik, Petugas Harus Lebih Kuat dan Berintegritas
• 4 jam laludisway.id
thumb
Summarecon Agung (SMRA) Cetak Marketing Sales Rp5,52 Triliun pada 2025
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Rocky Gerung Nilai Pidato Megawati Sentuh Isu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Politik Kekuasaan
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Persilakan Tito Pimpin Rehabilitasi Pascabencana Sumatera hingga Tuntas
• 16 jam laludetik.com
thumb
Dasco Minta BPS Percepat Pendataan Rumah Rusak Dampak Bencana Sumatra, Beri Tenggat Waktu Sepekan
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.