Kontribusi Pohon bagi Kehidupan Menurut Pakar Kesehatan

liputan6.com
17 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Peribahasa mengungkapkan 'hutan adalah paru-paru dunia'. Hal ini sejalan dengan peran pohon yang mendominasi isi hutan. Namun, apa sebenarnya fungsi pohon bagi kehidupan? Dan bagaimana pohon berkontribusi untuk bumi?

Pohon memiliki banyak kontribusi bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Keberadaannya mencukupi kebutuhan oksigen dan menjadi tempat penyimpanan karbon.

Advertisement

BACA JUGA: Integritas, Likuiditas dan Ekonomi Hijau jadi Prioritas Pasar Modal Indonesia pada 2026

Hal ini sesuai dengan pernyataan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ernyasih.

"Bukan hanya menyediakan  oksigen gratis, tapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain di bumi," ujar Ernyasih, dikutip Liputan6.com dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) www.umj.ac.id, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Ernyasih juga memerinci tentang pentingnya keberadaan dan kontribusi pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta.

Menurutnya, pohon berperan penting untuk meredam gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim.

Pohon akan menyimpan karbon yang menjadi sumber utama penyebab pemanasan global. Zat karbon akan diikat oleh pohon dan disimpan untuk menjadi bahan makanan yang akan diproses dalam fotosintesis.

"Zat karbon dioksida dan oksigen di dalam atmosfer ini semakin seimbang bila sebaran pohon-pohonnya pun rata," katanya.

Selanjutnya, dengan adanya pohon juga dapat menjaga kualitas udara yang dapat berpengaruh pada kesehatan sistem pernapasan.

Ernyasih juga menjelaskan kandungan yang dimiliki oleh pohon pada Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"1 ha Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar akan menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1500 orang per hari, dan dapat menyerap 2,5 ton karbon dioksida," ucap Ernyasih.

Pohon juga dapat menurunkan suhu udara 5-6⁰C. Inilah alasan mengapa saat berada dekat pohon, kita seringkali merasakan kantuk.

Ia juga berkontribusi dalam meredam kebisingan antara 25-80%, serta mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80%. 

Namun, Ernyasih juga menjelaskan dampak apabila banyak pohon yang ditebang.

"Ketika pohon banyak ditebang, maka polusi semakin meningkat sehingga akan mempengaruhi kehidupan manusia terutama pada saluran pernapasan pada seseorang yang memiliki sensitifitas pernapasan seperti asma, dan menimbulkan dampak panjang berupa bronkitis," terang Ernyasih.

"Mereka akan sulit bernapas, sampai pada penelitian terbaru, bahkan banyak kematian akibat polusi udara," tambahnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebelum Ramadhan, Satgas Targetkan Roda Pemerintahan di Aceh-Sumut dan Sumbar Normal
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Manchester City Resmi Rekrut Antoine Semenyo dari Bournemouth dengan Kontrak hingga 2031
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Pelajaran penting dari swasembada beras 2025
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
[FULL] Respons Menkeu Purbaya soal Pejabat Pajak Jakarta Utara Kena OTT KPK
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil Laporkan Konsumsi Listrik per Kapita Indonesia Tahun 2025 Capai 1.584 kWh
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.