Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan progres pembangunan unit pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Dia mengatakan Jakarta telah memutuskan tiga lokasi untuk dijadikan tempat PSEL atau pembangkit listrik tenaga listrik. Yakni di Bantar Gebang, wilayah Sunter, dan Jakarta Barat.
Pramono mengatakan untuk lokasi di Bantar Gebang akan dibangun dua unit PSEL. Saat ini, masih dalam tahap proses perencanaan.
“Jadi Jakarta yang pertama di Bantar Gebang itu rencananya ada dua apa pembangkit listrik tenaga sampah. Sekarang sedang proses untuk itu,” kata Pramono dikutip Sabtu (10/1/2026).
Untuk lokasi di Sunter, Jakarta Utara, dia menyebut akan menggunakan tempat yang sebelumnya sudah mendapat persetujuan.
Sementara, pihaknya belum menentukan lokasi yang akan dijadikan PSEL di Jakarta Barat.
“Kemudian di Sunter yang dulu sudah mendapatkan persetujuan akan dilanjutkan. Satu daerah kemungkinan besar akan diadakan di Jakarta Barat,” beber Pramono.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) untuk segera menyediakan lahan untuk membangun PSEL.
“Untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat memang tidak punya lahan. Jadi kami akan mendorong DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk segera menyiapkan lahannya,” kata Hanif di Tangerang, Selasa (25/11/2025) dikutip dari Antara.
Dia menyebut Kementerian LH juga sudah menurunkan tim khusus untuk memverifikasi ulang soal rencana pembangunan PSEL di Jakarta dan Bandung.
Hanif menilai proyek ini dapat menjadi solusi bagi kedua daerah tersebut untuk mengatasi permasalahan sampah.
Pasalnya, jumlah sampah yang dihasilkan oleh Jakarta dan Bandung mencapai ribuan ton per hari
“DKI Jakarta itu memiliki sampah 8.000 ton per hari. Itu tidak mungkin tanpa waste of energy. Bandung Raya-nya saja itu berkontribusi 5.000 ton per hari,” jelas Hanif. (saa/muu)



