tvOnenews.com - Padel bukan lagi sekadar tren sesaat.
Di banyak negara, olahraga ini perlahan menggeser tenis dan rutinitas gym.
Fenomena tersebut ramai dibahas media luar negeri terpercaya, mulai dari media olahraga hingga gaya hidup.
Dilansir dari laporan BBC Sport ini alasan padel tumbuh cepat dan menjadi tren.
1. Lebih Ramah untuk Pemula
Media Inggris BBC Sport menyoroti padel sebagai olahraga dengan kurva belajar yang jauh lebih ramah dibanding tenis.
Lapangan yang lebih kecil dan adanya dinding membuat reli lebih panjang, sehingga pemain pemula tetap bisa menikmati permainan tanpa harus menguasai teknik rumit.
Inilah alasan banyak orang merasa padel tidak mengintimidasi sejak pertama kali mencoba.
2. Tidak Sekadar Olahraga, Tapi Aktivitas Sosial
Salah satu kekuatan utama padel adalah unsur sosialnya. Dimainkan berempat, jarak antarpemain dekat, dan komunikasi terjadi sepanjang permainan.
Padel kerap disebut sebagai olahraga yang “berlanjut ke meja makan”, karena setelah bermain, para pemain biasanya melanjutkan dengan nongkrong atau makan bersama. Hal ini jarang ditemukan pada olahraga individual seperti gym.
3. Waktu Singkat, Efeknya Tetap Terasa
Media Spanyol El País mencatat bahwa padel sangat cocok dengan gaya hidup urban. Durasi permainan yang relatif singkat membuatnya ideal bagi pekerja kota yang ingin tetap aktif tanpa menghabiskan banyak waktu.
Satu sesi padel dinilai cukup untuk membuat tubuh bergerak, berkeringat, sekaligus melepas stres.
Mengapa Mulai Menggeser Tenis?
Tenis membutuhkan teknik, stamina, dan latihan yang konsisten.
Padel, menurut banyak pengamat olahraga Eropa, justru berkembang karena tidak menuntut kesempurnaan.
Kesalahan kecil masih bisa “diselamatkan” oleh dinding, membuat permainan terasa lebih inklusif dan menyenangkan bagi pemain non-profesional.
Gym Mulai Tersaingi?
Beberapa media gaya hidup internasional menyebut padel sebagai alternatif gym yang lebih menyenangkan.
Alih-alih fokus pada repetisi dan target fisik, padel mengalihkan perhatian pada permainan dan interaksi.
Banyak orang akhirnya berolahraga tanpa merasa sedang “latihan berat”.
(tsy)




