Dunia Heboh Kala RI Keluar dari PBB, Kini Giliran AS?

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: Reuters
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintahan Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat (AS) dari puluhan organisasi internasional di bawah PBB kembali mengguncang tatanan global. Trump berdalih keluarnya AS karena lembaga internasional itu tak lagi sejalan dengan kepentingan nasional AS.

Meski Washington menegaskan tak akan keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hanya organisasinya saja, langkah ini mengingatkan pada satu peristiwa langka dalam sejarah diplomasi global, yakni keluarnya Indonesia dari PBB dan menjadikannya sebagai negara pertama dan satu-satunya yang berani mengambil langkah demikian. 

Keputusan Indonesia keluar dari PBB terjadi pada 7 Januari 1965. Meski begitu, akar keputusan dapat ditarik mundur ke tahun 1961 ketika pembentukan negara Malaysia dicetuskan Inggris. Menurut sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (1999), Presiden Soekarno menilai penggabungan Malaya, Borneo Utara, Sarawak, dan Singapura sebagai proyek kolonialisme baru Inggris untuk mempertahankan pengaruh di Asia Tenggara berpotensi mengancam kedaulatan Indonesia. 


Pilihan Redaksi
  • Resmi! Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026
  • Amerika Keluar dari 66 Organisasi Dunia, Ini Daftarnya
  • 7 Negara NATO Respons Trump Mau Caplok Greenland Milik Denmark

Namun, protes Soekarno dihiraukan. Malaysia resmi berdiri pada 1963 di bawah restu Inggris. Dari sinilah, ketegangan muncul. Soekarno resmi melakukan operasi militer ke tanah Malaysia. Sampai akhirnya, situasi makin panas terjadi pada 1965. PBB mengangkat Malaysia sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan.

Sejarawan Andrew W. Cordier dan Max Harrelson dalam "Public Papers of the Secretaries General of the United Nations" (2010) mengungkap, Soekarno langsung memandang keputusan itu menjadi bukti bahwa PBB tidak netral dan hanya melayani kepentingan negara-negara Barat. Sekaligus juga mendukung neokolonialisme di Asia Tenggara.

Akhirnya, pada 7 Januari 1965, Soekarno memerintahkan Indonesia keluar dari PBB. Surat resminya kemudian terbit pada 20 Januari 1965. Keputusan RI ini membuat dunia heboh. Sebab, baru kali ini ada negara anggota yang memutuskan hengkang dari PBB.

Sekjen PBB, U Thant, pun dibuat kebingungan. Dia turut mempertanyakan apakah langkah Indonesia sah sesuai aturan PBB? Sebab regulasi hanya menerangkan keputusan Majelis Umum yang bisa mengeluarkan negara anggota. Tidak ada aturan yang mengatur jika negara secara sukarela keluar dari PBB.

Akhirnya, U Thant menerima keputusan sukarela Indonesia dan menyesali langkah Soekarno. Namun, ketiadaan Indonesia di PBB hanya berlangsung singkat. Seiring peralihan kekuasaan, politik luar negeri Indonesia mulai berubah. Di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, Indonesia menyatakan keinginan bergabung kembali menjadi anggota PBB.

Alhasil, pada 28 September 1966, RI resmi diterima kembali sebagai anggota PBB. Hubungan internasional dipulihkan, bantuan asing kembali mengalir, dan Indonesia kembali terintegrasi dalam sistem global. Sampai sekarang, tidak ada satupun negara yang keluar secara sukarela dari PBB. Hanya Indonesia di tahun 1965. 


(mfa/luc)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dasco Tiba-tiba Telepon Presiden Prabowo, Purbaya Langsung Bilang Clear
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Zikir setelah Shalat Tahajud Versi Ustaz Adi Hidayat, Baca Doa Nabi Yunus Rahasia Hajat Dikabulkan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca: Hujan Guyur Seluruh Jabodetabek Hari Ini
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Menteri-Menteri RI dan Turki Gelar Pertemuan Perdana, Ini Bahasannya
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pascabencana Banjir, Satu per Satu Daerah Terisolir di Aceh Mulai Kembali Terhubung
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.