jpnn.com, JAKARTA - Massa Aliansi Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta mengecam keras tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan agresi militer dan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Kecaman itu disampaikan melalui aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026 lalu.
BACA JUGA: Trump Mengancam akan Menyerang Iran dengan Sangat Keras
Aksi ini sebagai bentuk solidaritas atas ditangkapnya Presiden Venezuela oleh AS.
Aksi itu dipimpin oleh Sigit selaku penanggung jawab (Pj) lapangan.
BACA JUGA: Donald Trump Siap Menginvasi Nigeria demi Bela Umat Kristen
Massa membawa sejumlah alat peraga berupa mobil komando, spanduk, poster, serta bendera HMI.
Dalam aksinya, Aliansi Kader HMI menyampaikan tiga tuntutan utama.
BACA JUGA: Trump Umumkan Venezuela Menyepakati Penyerahan 30-50 Juta Barel Minyak ke AS
Pertama, kecaman terhadap agresi militer. Kedua, mendesak pembebasan Presiden Republik Bolivaria Venezuela, Nicolas Maduro, serta menuntut pengembalian kedaulatan Venezuela dari berbagai fitnah dan aksi militer sepihak Amerika Serikat.
"Ketiga, mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar sidang darurat serta melakukan konsolidasi kawasan demi menjaga perdamaian dunia," kata Sigit.
Massa dari kelompok lain turut bergabung, di antaranya Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK), melakukan long march dan bergabung dengan Aliansi Kader HMI.
Secara bergantian, para peserta aksi menyampaikan orasi yang mengekspresikan kekecewaan terhadap sikap Amerika Serikat atas penangkapan pemimpin Venezuela secara sepihak.
Rangkaian unjuk rasa berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai. (flo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


