JAKARTA, DISWAY.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memberikan klarifikasi terkait beredarnya video distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kemasan tidak semestinya.
Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis, 8 Januari 2026. Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan menjelaskan, pada hari tersebut SPPG menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Makanan kemudian didistribusikan menggunakan ompreng sesuai prosedur.
Akan tetapi, setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik.
Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG.
BACA JUGA:Cairkan Saldo DANA Gratis Rp210.000 ke Dompet Digital Pakai 3 Cara Cepat Siang ini
BACA JUGA:Kurang dari 24 Jam, Tiga Pak Ogah yang Kepruk Kepala Pemotor di Pesing Dicokok Polisi
"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas Dimas dalam laporannya, Sabtu (10/1).
Kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.
"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.
Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Update Klasemen Proliga 2026 Terbaru Hari ini, JPE Posisi ke-3 Usai Megawati Tumbangkan Electric PLN
BACA JUGA:DADA Tbk Ekspansi Landed Housing, Pasar Respons Positif Saham Menguat Awal 2026
Ia menegaskan bahwa kondisi makanan dalam video tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi melainkan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan.
"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," jelas Lusi.
- 1
- 2
- »




