REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video yang menunjukkan warga menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial. Pasalnya, MBG yang berupa makanan siap saji itu diterimanya dengan wadah kantong plastik.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, mengatakan peristiwa tersebut itu pada Kamis (8/1/2026), ketika SPPG Karyasari menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
- KemenPPPA Perketat Dispensasi Kawin untuk Cegah Perkawinan Anak
- Komdigi Putus Akses Sementara Grok, Lindungi Warga dari Pornografi AI
Ia menjelaskan, MBG itu tetap didistribusikan SPPG menggunakan ompreng sesuai prosedur. Namun, setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik.
"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas," kata dia melalui keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menambahkan, kader posyandu itu kemudian memberikan MBG tersebut kepada penerima manfaat. Sementara ompreng milik SPPG kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong.
Dimas mengeklaim, peristiwa itu baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya atau Jumat (9/1/2026). Pihak SPPG mengetahui kejadian itu usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.
"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.

