15 Daerah di Aceh-Sumatera Masih Belum Normal Pascabencana

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah Tito Karnavian mengungkapkan, terdapat 15 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini dinilai belum kembali normal usai banjir dan longsor menerjang wilayah itu pada November 2025.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat koordinasi yang digelar Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dengan sejumlah kementerian/lembaga di Banda Aceh, Sabtu (10/1).

“Dari 52 kabupaten/kota terdampak, ada 15 daerah yang belum normal,” ujar Menteri Dalam Negeri itu.

Aceh

Tito menjelaskan, dari 15 daerah tersebut, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah wilayah belum normal terbanyak, yakni tujuh kabupaten, terdiri dari:

  1. Aceh Timur

  2. Aceh Tengah

  3. Aceh Utara

  4. Gayo Lues

  5. Aceh Tamiang

  6. Bener Meriah

  7. Pidie Jaya

Menurut Tito, dari pemetaan berbasis variabel indikator pemulihan, menunjukkan ketujuh kabupaten di atas memerlukan perhatian serius.

“Kalau kita lihat dari pemetaan warna, Aceh itu paling banyak kuningnya. Warna hijau itu aman, warna kuning itu perlu atensi, perlu kita waspadai,” kata dia.

Sumatera Utara

Sementara di Sumatera Utara, terdapat 5 daerah yang dinilai belum pulih sepenuhnya, yaitu:

  1. Tapanuli Tengah

  2. Tapanuli Utara

  3. Tapanuli Selatan

  4. Mandailing Natal

  5. Kota Sibolga

Sumatera Barat

Adapun di Sumatera Barat, terdapat 3 daerah yang masih belum normal, yakni:

  1. Tanah Datar

  2. Padang Pariaman

  3. Kabupaten Agam

Tito menyebut Agam sebagai daerah dengan kondisi paling berat dibanding wilayah lain di Sumatera Barat.

“Paling berat adalah Agam,” ucapnya.

Pemetaan Ulang dari Bawah ke Atas

Meski telah memiliki asumsi awal melalui penilaian top down, Tito menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan penilaian pusat. Satgas telah melakukan rapat intensif dengan 3 gubernur serta 52 bupati dan wali kota, untuk mendapatkan gambaran kondisi riil dari daerah. Hasilnya, 15 daerah dilaporkan belum normal.

“Kami ingin mendengar juga dari bawah, bottom up. Ternyata ada yang berbeda. Ada daerah yang kami anggap juga (sudah pulih), ternyata perlu atensi. Ada yang kami anggap perlu atensi, ternyata enggak perlu,” jelasnya.

Dari hasil tersebut, Satgas kemudian membagi daerah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni:

Pembagian ini menjadi dasar penentuan strategi penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang sudah mendekati normal dipoles-poles dikit bantuannya. Kalau setengah normal, sedikit agak serius. Yang belum normal, itu paling fokus,” pungkas Tito.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kaesang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah' di Pemilu 2029, Reaksi PDIP Mengejutkan!
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Mawar Putih Untuk Megawati di Rakernas PDIP
• 21 jam lalumerahputih.com
thumb
Tamagotchi Bangkit di Usia 30 Tahun, Permintaannya Meningkat ke Sejumlah Negara
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bantah Isu KDRT, Na Daehoon: Saya Tidak Pernah Lakukan Tindakan Memalukan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Penerimaan Pajak 2025 Tak Maksimal, Ini yang Bisa Dilakukan Pemerintah
• 25 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.