Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis Sowan ke Jokowi, Heru Subagia: Ini Sebuah Pengkhianatan yang Menjijikkan

fajar.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pertemuan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu, Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis, dengan Presiden ke-7 RI, Jokowi, di Solo, menjadi pusat perhatian publik.

Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, mengatakan bahwa pertemuan tertutup yang berlangsung di kediaman Jokowi tersebut sebagai bagian dari drama politik dan hukum yang mencoreng wajah penegakan hukum di Indonesia.

Heru menyebut peristiwa itu menunjukkan adanya tekanan besar yang membuat para pihak yang sebelumnya lantang justru berbalik arah.

“Jadi rupanya ini yang saya katakan sebagai drama-drama yang berseri yang pada akhirnya dengan adanya tekanan-tekanan yang luar biasa dari Solo atau Geng Solo atau Jokowi, orang sangat kasar ya, sangat menohok menyerang dalam kasus ijazah harus bertekuk lutut di hadapan Jokowi,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Sabtu (10/1/2026).

Dikatakan Heru, polemik ijazah Jokowi kini tidak lagi sekadar persoalan hukum, melainkan telah berkembang menjadi krisis integritas dan etika politik.

“Menurut saya ini sebuah prahara politik dan segalikus prahara hukum di negeri ini yang sangat memalukan dan menjijikan,” tegasnya.

Heru menyesalkan proses hukum yang seharusnya dijalani secara terbuka dan diselesaikan melalui mekanisme persidangan justru berbelok ke arah yang dinilainya tidak sehat.

“Dimana proses yang harusnya dilalui, dijalani dan akhirnya diputuskan dalam sebuah persidangan di pengadilan. Dan salah satunya pihak Eggy Sudjana dan beberapa teman yang lainnya menjadi bagian tersangka,” katanya.

Ia menilai langkah Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis menemui Jokowi sebagai sesuatu yang mencederai nilai-nilai perjuangan hukum yang sebelumnya mereka gaungkan.

“Dan bukan lucu lagi, ini sudah menyangkut masalah integritas, dedikasi dan juga harga diri,” ucap Heru.

Heru bahkan menyebut sikap kedua tokoh tersebut sebagai bentuk pembangkangan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

“Bagaimana sosok yang pada dasarnya sangat getoh, radikal ya menunjukkan sikapnya pro terhadap proses hukum berkaitan dengan ijazah Jokowi, ternyata pihak-pihak tersebut justru sekarang menjadi orang yang durhaka terhadap proses hukum,” lanjutnya.

Kata Heru, seharusnya polemik ijazah Jokowi diselesaikan hingga memiliki kekuatan hukum tetap dan disepakati semua pihak.

“Yang harusnya betul-betul dijalani dan disaksikan oleh para pihak sehingga hukum berkaitan polemik ijazah Jokowi, betul-betul menjadi hukum positif, hukum ingkrak, yang disepakati semua pihak,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pertemuan tertutup tersebut yang dianggap sarat dengan kesepakatan tersembunyi.

“Tapi dengan kejadian Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis sowan ke Jokowi, yang lebih mengerikan dan menjijikan pertemuan ini adalah deal-deal yang sangat tertutup,” tukasnya.

Heru menegaskan bahwa tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab moral seorang figur publik.

“Ini menjadi sebuah perilaku yang menurut saya kini sebuah pengkhianatan terhadap fungsi dari publik figur yang harusnya secara konsisten mempunyai integritas tetap berada dalam koridor penagakan hukum itu sendiri,” terangnya.

Ia pun menyinggung status tersangka yang kini melekat pada Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis.

“Dengan dijadikan tersangka Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis ini, nustru sebaliknya nyali mereka, integritas mereka putus di tengah jalan,” tandasnya.

Sebagai pengamat politik yang mengaku terlibat langsung dalam polemik ijazah Jokowi, Heru mengaku sangat menyayangkan perubahan sikap tersebut.

“Ini sebagai pengamat politik dan juga saya terjun langsung dalam polemik ijazah Jokowi, sangat menyayangkan sekali bagaimana integritas, kualitas Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis sekonyong-konyongnya harus mundur bahkan disinyalir minta maaf di hadapan Jokowi,” bebernya.

Ia juga menaruh perhatiannya pada pernyataan relawan Jokowi yang berharap status tersangka keduanya dicabut oleh Polda Metro Jaya.

“Bahkan disebutkan oleh relawan Jokowi mereka berharap Polda Metro Jaya mencabut kedua tersangka ini dari status tersangka,” katanya.

Heru bilang, publik mesti memberikan dukungan moral kepada Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, dan Rismon Sianipar agar tetap menjaga integritasnya.

“Ini sangat menjijikan menurut saya dan yang kedua saya harapkan dan meyakini Roy Suryo, Tifa dan Rismon sebagai senior kita, sesama Kagama kita memberikan dukungan moral bahwa saya meyakini trio ini akan tetap solid menjaga integritas,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alfi Kusuma, Peraih Emas di SEA Games Dihadiahi Naik Pangkat Jadi Letnan Satu
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumbang Rp19,6 Triliun ke PDB RI Triwulan III-2025
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Lirik Lagu Sting - Jooheon MONSTA X feat. Muhammad Ali
• 16 jam laluinsertlive.com
thumb
Presiden Prabowo Janjikan akan Tambah Bonus Atlet yang Raih Medali Emas di Asian Games 2026.
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Darurat Sampah di Pasar Induk Kramat Jati: Tembok Jebol, Warga Sekitar Terganggu Bau Busuk
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.