BPBD Bantul Koordinasikan Penanganan Lanjutan Longsor Wonolelo, Waspadai Potensi Susulan

tvonenews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bantul, tvOnenews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan koordinasi dengan BPBD DIY untuk penanganan lanjutan bencana tanah longsor yang terjadi di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, Kecamatan Pleret. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya potensi longsor susulan akibat kondisi tebing yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan penanganan lanjutan diperlukan karena di bagian atas tebing masih terdapat sisa material longsoran yang berisiko kembali runtuh, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Untuk penanganan lanjutan, kami akan berkoordinasi dengan BPBD DIY karena dibutuhkan peralatan khusus, seperti vertical rescue dan alat bor, untuk mengamankan tebing,” kata Antoni di Bantul, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Antoni, penggunaan peralatan khusus menjadi penting karena metode penanganan tidak bisa dilakukan secara manual. Tebing yang curam dan material batuan berukuran besar membutuhkan pendekatan teknis agar proses pengamanan dapat dilakukan secara aman dan terkendali.

Ia menjelaskan, salah satu rencana penanganan adalah merobohkan sisa material di bagian atas tebing secara terkendali. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko longsor lanjutan yang dapat membahayakan warga maupun akses jalan di sekitar lokasi.

“Masih ada material di atas yang berpotensi longsor. Kalau dibiarkan, ini berbahaya, terutama jika hujan deras kembali turun,” ujarnya.

BPBD Bantul menilai wilayah Wonolelo masih masuk kategori rawan longsor, mengingat kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang masih berpotensi tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Antoni juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda awal pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di permukaan tanah atau perubahan struktur lereng.

“Kami mengimbau warga di wilayah rawan longsor agar selalu waspada, terutama saat hujan deras. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bisakah Agen ICE Penembak Warga Minneapolis Dituntut Hukum?
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Analisis BMKG soal Gempa M 6,4 di Melonguane Sulut
• 8 jam laludetik.com
thumb
Terpopuler: Pengakuan Jujur Jonatan Christie, Indonesia Tanpa Wakil di Final Malaysia Open 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Ternyata Taksi Listrik Meluncur Tanpa Sopir Saat Tubruk Resto di Tangerang
• 12 jam laludetik.com
thumb
Rakernas HUT PDI P ke-53, Tegaskan Arah Politik dan Ideologi Partai
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.