JAKARTA, DISWAY.ID-- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memastikan partisipasinya dalam forum ekonomi World Economic Forum (WEF) Davos 2026.
Ajang ekonomi dunia tersebut akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyatakan, kehadiran lebih dari 3.000 tokoh penting dari kalangan bisnis, pemerintah, aktivis, hingga lembaga internasional menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan investasi.
“Secara biopolitik, Davos 2026 sangat fragmented, sangat dinamis, tidak seperti biasanya. Dua hal utama yang akan dipikirkan adalah bagaimana mempromosikan investasi dan perdagangan,” ujar Anindya di Jakarta, Sabtu (10/1).
BACA JUGA:Viral Video MBG Berkantong Plastik, SOP BGN Tempat Makan Menggunakan Ompreng
BACA JUGA:Pelatih Persija Minta Wasit Tunjukkan Ketegasan Saat Hadapi Persib di Laga El-Clasico
BACA JUGA:OTT KPK: 8 Orang Diamankan, Uang Ratusan Juta Disita dan Libatkan Pegawai Pajak
Ia menambahkan, Indonesia akan berupaya memainkan peran aktif dalam diplomasi ekonomi, terutama dengan Amerika Serikat dan China.
“Di situ akan terlihat bagaimana Indonesia bisa memposisikan diri di antara kekuatan-kekuatan ekonomi itu,” tegasnya.
Selain membangun relasi dan kerja sama, Kadin Indonesia juga akan membahas isu-isu global yang tengah menjadi sorotan, seperti Artificial Intelligence (AI), utang global, dan kripto.
Menurut Anindya, partisipasi Indonesia di Davos bukan hanya untuk memperkuat posisi ekonomi, tetapi juga untuk membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui investasi dan perdagangan,” katanya.





