Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat Pekan Depan

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan.

Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat Pekan Depan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel -  Presiden Prabowo Subianto bersama para Menteri Kabinet Merah Putih serta para Kepala Daerah dijadwalkan hadir dalam peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). 

Dikutip dari keterangan tertulis yang dibagikan oleh Humas Kementerian Sosial (Kemensos) peluncuran Sekolah Rakyat dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS).

Baca Juga:
Intip 10 Saham yang Tak Raup Untung, MPXL Susut 32 Persen

“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan. 

Baca Juga:
OJK Sebut IHSG Bisa Tembus Level 10.000 di 2026, Ini Syaratnya

Mereka kemudian diberi akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas serta orangtuanya mendapat program pemberdayaan.

Menurutnya, Kemensos bertanggung jawab atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat karena program ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Baca Juga:
Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh Tipis Jadi Rp506 Triliun

“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Hal ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.

Baca Juga:
KPK OTT Pegawai Kantor Pajak di Jakarta Utara, 8 Orang Diamankan

“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, anak-anak tersebut merupakan calon Generasi Emas 2045 yang harus mendapatkan perhatian negara sebagaimana amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara.

“Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar Maka sekolah rakyat menjadi salah satu yang harus kita sukseskan,” kata dia.

Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu, tetapi juga pemberdayaan dilakukan secara simultan.

“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” tutur Gus Ipul.

Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. 

Pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung teknologi digital Learning Management System (LMS). Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.  

Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak mengandalkan tes akademik semata, melainkan pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak.

Keberlanjutan lulusan Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menyiapkan jalur lanjutan melalui beasiswa pendidikan tinggi serta akses ke dunia kerja melalui kerja sama lintas sektor.

Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas. Seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, serta tanpa seleksi akademik.

Selain 166 titik yang sudah berjalan, proses pembukaan sekolah rakyat rintisan juga terus berjalan di sejumlah titik lainnya dengan target 500 titik pada 2029. Pada saat bersamaan, proses pembangunan sekolah rakyat permanen juga sudah mulai berjalan di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik pada 2007.

Pembangunan sekolah rakyat permanen ini salah satunya untuk mengoptimalkan daya tampung hingga seribu siswa per sekolah. Dengan demikian, target sekolah rakyat menampung 500 ribu siswa tercapai.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Jangkar–Sumenep dan Jangkar–Lembar Ditunda
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Iran, Rusia, dan Tiongkok Gelar Latihan Militer Gabungan di Afrika Selatan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bupati Sidoarjo Lantik 260 Pejabat, Tekankan Integritas dan Percepatan Pembangunan
• 13 jam lalurealita.co
thumb
KPK soal Kemungkinan Tersangka Lain dalam Kasus Kuota Haji: Selalu Terbuka
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Sekuel “Godzilla Minus One” Siap Mengguncang Layar Global Tahun Ini
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.