Internet Nasional Mati 36 Jam-Pemerintah Cuek, Protes Massal Memanas

cnbcindonesia.com
22 jam lalu
Cover Berita
Foto: Para pengunjuk rasa berkumpul saat kendaraan terbakar, di tengah kerusuhan anti-pemerintah yang terus berkembang, di Teheran, Iran, dalam cuplikan layar yang diperoleh dari video media sosial yang dirilis pada 9 Januari 2026. (via REUTERS/SOCIAL MEDIA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemadaman internet nasional di Iran masih diberlakukan hingga lebih dari 36 jam di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang terus meluas ke berbagai wilayah. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya otoritas Teheran membatasi arus informasi dan koordinasi massa di jalanan.

Pemantau internet global Netblocks menyatakan bahwa gangguan jaringan berskala nasional masih berlangsung sejak unjuk rasa kembali pecah.

"Setelah malam protes lainnya yang direspons dengan represi, metrik menunjukkan pemadaman internet nasional tetap berlaku selama 36 jam," tulis Netblocks dalam unggahan di platform X, dikutip AFP, Sabtu (10/1/2026).


Aksi demonstrasi yang dipicu anjloknya nilai mata uang rial sejak 28 Desember itu kini telah menyebar ke seluruh 31 provinsi Iran. Puluhan ribu orang dilaporkan turun ke jalan, meskipun aparat keamanan meningkatkan penindakan dan pemerintah memperluas pemadaman internet serta pembatasan komunikasi internasional.

Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia, sedikitnya 65 orang tewas dan lebih dari 2.300 lainnya ditahan selama 12 hari protes berturut-turut. Di sejumlah kota besar seperti Teheran dan Mashhad, massa meneriakkan slogan anti-pemerintah dan menyerukan perubahan politik.

Baca: Iran Chaos! Kondisi Negara Gawat, Trump Ancam Intervensi

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan mencabut pemadaman internet. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menuduh para demonstran bertindak atas pengaruh asing dan menyatakan negara akan merespons secara tegas. Kepala peradilan Iran bahkan bersumpah menjatuhkan hukuman "maksimal" bagi peserta demonstrasi.

Tekanan internasional pun meningkat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan dukungan Washington terhadap rakyat Iran. Sejumlah maskapai asing, termasuk flydubai dan Turkish Airlines, membatalkan penerbangan ke dan dari Iran.

Dengan seruan aksi harian dari tokoh oposisi di pengasingan Reza Pahlavi dan kemarahan publik yang terus membesar, pemadaman internet nasional justru dinilai berpotensi memperdalam krisis dan memperkuat perlawanan terhadap pemerintahan ulama di Teheran.

Baca: Iran Siaga Tempur Level Tertinggi, Trump Beri Peringatan Keras


(dce)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Demonstrasi Ekonomi di Iran Berujung Bentrokan Berdarah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral MBG di Pandeglang Pakai Kantong Plastik, SPPG Buka Suara
• 15 jam laludetik.com
thumb
Musim Dingin di Gaza, Bantuan Didistribusikan ke Pengungsi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ammar Zoni Berharap Bebas dan Bertemu Anak-anak Lagi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Perkuat Bioenergi, PLN EPI Gandeng BBSP KEBTKE Kementerian ESDM
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Inara Rusli Tidak Yakin Akan Dimaafkan Wardatina Mawa
• 10 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.