- Rakernas dan HUT ke-10 PDI Perjuangan diadakan di Ancol dihadiri Megawati dan sejumlah tokoh penting lain.
- PDIP akan membahas keresahan publik mengenai kebebasan berbicara dan wacana Pilkada oleh DPRD.
- Isu lingkungan dan penanganan bencana menjadi pembahasan penting atas arahan langsung Ketua Umum.
Suara.com -
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seoekarnoputri hingga tokoh partai dan nonpartai datang ke Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara untuk mengikuti Rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus memperingati HUT ke-10 PDI Perjuangan, Sabtu (10/1/2025).
Mreka yang sudah terlihat hadir di antaranya Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa hingga Rocky Gerung.
Setibanya di lokasi acara, Rocky Gerung tidak memberikan keterangan kepada awak media. Dia hanya melambaikan tangan.
Bahas Keresahan di Masyarakat
Ganjar mengatakan dalam Rakernas ini PDIP akan membawa beberapa isu yang menjadi keresahan masyarakat. Salah satunya hak kebebasan berbicara yang dianggap semakin berkurang saat ini.
"Kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan: 'Kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara? Media tidak bisa lagi bebas berbicara?' Rasanya itu perlu kita perjuangkan," kata Ganjar.
"Jangan sampai nilai demokrasi kita turun. Mestinya kan kualitas demokrasi makin baik," Ganjar menambahkan.
Menurutna, hak untuk berbicara harus tetap diperjuangkan demi tetap mempertahankan nilai-nilai demokrasi dalam bernegara.
Isu yang menjadi sorotan sepeti wacana sistem pilkada dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga akan dibahas.
Baca Juga: Penerima MBG Tembus 55,1 Juta Orang, Kemenkes Perketat Awasi SPPG
"Dalam konteks politik luar negeri kita, kita tidak boleh diam pada soal seperti ini," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut saat hari terakhir yang dibahas yakni soal isu lingkungan dan penanganan bencana, yang menjadi perhatian khusus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Itulah perintah Ketua Umum, beberapa kali menyampaikan kepada Tiga Pilar Partai; apakah di struktural, kemudian di eksekutif maupun legislatif, agar mengontrol pada wilayah ini," jelas Ganjar. (Antara)

