Jakarta (ANTARA) - DPR RI mempersilakan Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memimpin pemulihan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah utara Sumatera.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan pemerintah di Aceh, Sabtu, sebagaimana disiarkan pada saluran YouTube DPR RI.
“Untuk itu, saya akan persilakan mulai saat ini kepada Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera kemudian untuk memimpin sampai dengan selesainya bencana di Sumatera,” ucap Dasco.
Ia mengatakan mulai hari ini, satgas bentukan pemerintah itu akan mengambil alih eksekusi di lapangan berkaitan penanganan banjir Sumatera, sementara Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan menyertai.
“Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan menyertai, untuk kemudian menjalankan fungsinya, sebagai fungsi dari DPR, tentunya, membantu mengkoordinasikan Satgas Pemerintah untuk mengeksekusi kebijakan-kebijakan di lapangan,” tutur Dasco.
Menurut dia, Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dibentuk pemerintah agar mempermudah koordinasi terintegrasi agar pemulihan pascabencana dapat ditangani secara skala nasional dan lebih fokus.
Dasco pun menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satgas yang dibentuk DPR RI.
“Terima kasih saya sampaikan kepada kawan-kawan dari Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI serta para PIC dari kementerian lembaga yang telah bekerja keras selama kurang lebih 10 hari sejak Satgas dibentuk dan kemudian berposko di tempat ini,” katanya.
Baca juga: Kemenkes kirim 119 relawan guna layanan pascabencana di Aceh Tamiang
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tugas utama satgas yang ia pimpin adalah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
Ia menjabarkan, tim pengarah satgas tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan anggota seluruh menteri koordinator di Kabinet Merah Putih, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, terdapat empat wakil yang mendampingi Mendagri selaku ketua tim pelaksana, yakni Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
“Ini memang mesin besar yang harus bergabung,” katanya.
Ia menjelaskan keputusan presiden (kepres) terkait pembentukan satgas itu ditetapkan pada 8 Januari 2026. Setelah itu, satgas telah menggelar setidaknya dua kali rapat untuk mendiskusikan langkah ke depan dan memetakan kondisi wilayah terdampak bencana.
Menurut Tito, satgas telah memetakan wilayah terdampak dengan tiga kategori, yakni belum normal, mendekati normal, dan sudah normal. Tiap-tiap kategori, kata dia, membutuhkan pendekatan strategi pemulihan yang berbeda.
“Yang sudah mendekati normal dipoles-poles, bantuannya. Kalau yang setengah normal, sedikit agak serius. Dan kalau paling fokus adalah yang belum normal,” ucap Mendagri.
Baca juga: Pakar IPB: Bencana Sumatera perlu dilihat secara menyeluruh
Baca juga: Dirut Bulog pastikan stok beras-minyak di Sumut masih kondisi aman
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan pemerintah di Aceh, Sabtu, sebagaimana disiarkan pada saluran YouTube DPR RI.
“Untuk itu, saya akan persilakan mulai saat ini kepada Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera kemudian untuk memimpin sampai dengan selesainya bencana di Sumatera,” ucap Dasco.
Ia mengatakan mulai hari ini, satgas bentukan pemerintah itu akan mengambil alih eksekusi di lapangan berkaitan penanganan banjir Sumatera, sementara Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan menyertai.
“Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan menyertai, untuk kemudian menjalankan fungsinya, sebagai fungsi dari DPR, tentunya, membantu mengkoordinasikan Satgas Pemerintah untuk mengeksekusi kebijakan-kebijakan di lapangan,” tutur Dasco.
Menurut dia, Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dibentuk pemerintah agar mempermudah koordinasi terintegrasi agar pemulihan pascabencana dapat ditangani secara skala nasional dan lebih fokus.
Dasco pun menyampaikan apresiasi terhadap kinerja satgas yang dibentuk DPR RI.
“Terima kasih saya sampaikan kepada kawan-kawan dari Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI serta para PIC dari kementerian lembaga yang telah bekerja keras selama kurang lebih 10 hari sejak Satgas dibentuk dan kemudian berposko di tempat ini,” katanya.
Baca juga: Kemenkes kirim 119 relawan guna layanan pascabencana di Aceh Tamiang
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tugas utama satgas yang ia pimpin adalah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
Ia menjabarkan, tim pengarah satgas tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan anggota seluruh menteri koordinator di Kabinet Merah Putih, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Selain itu, terdapat empat wakil yang mendampingi Mendagri selaku ketua tim pelaksana, yakni Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, serta Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.
“Ini memang mesin besar yang harus bergabung,” katanya.
Ia menjelaskan keputusan presiden (kepres) terkait pembentukan satgas itu ditetapkan pada 8 Januari 2026. Setelah itu, satgas telah menggelar setidaknya dua kali rapat untuk mendiskusikan langkah ke depan dan memetakan kondisi wilayah terdampak bencana.
Menurut Tito, satgas telah memetakan wilayah terdampak dengan tiga kategori, yakni belum normal, mendekati normal, dan sudah normal. Tiap-tiap kategori, kata dia, membutuhkan pendekatan strategi pemulihan yang berbeda.
“Yang sudah mendekati normal dipoles-poles, bantuannya. Kalau yang setengah normal, sedikit agak serius. Dan kalau paling fokus adalah yang belum normal,” ucap Mendagri.
Baca juga: Pakar IPB: Bencana Sumatera perlu dilihat secara menyeluruh
Baca juga: Dirut Bulog pastikan stok beras-minyak di Sumut masih kondisi aman



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468973/original/025708200_1768040283-gali.jpg)
