REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Korea Utara (Korut) menuduh Korea Selatan (Korsel) menerbangkan drone pengintai ke wilayah udaranya pada akhir pekan lalu. Mereka memperingatkan bahwa Seoul tidak akan pernah bisa menghindari tanggung jawab atas eskalasi ketegangan dan akan dipaksa membayar harga mahal.
Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) pada Sabtu (10/1/2026), turut melaporkan bahwa Pyongyang juga mengeklaim insiden serupa pernah terjadi pada September 2025. Staf Umum Tentara Korut melalui pernyataan yang dirilis Jumat (9//20261), menyebut tindakan Korsel tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negaranya.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Sjafrie Pastikan Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Turki Dibentuk DCA
- Turki Jual 30 Unit Jet Latih Hurjet ke Spanyol Senilai Rp 47 Triliun
- Kim Jong-un Kirim Pesan Tahun Baru ke Prajurit Korut yang Bela Rusia Lawan Ukraina
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korsel membantah klaim Korut tersebut. Presiden Korsel Lee Jae Myung pun menyerukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden itu.
Militer Korut menyatakan telah melacak sebuah drone yang bergerak ke arah utara di atas Kabupaten Kanghwa, Incheon, dekat Seoul pada Ahad (4/1/2026). Drone itu dibiarkan melintasi perbatasan sebelum akhirnya dijatuhkan menggunakan perangkat peperangan elektronik khusus di dekat kota Kaesong.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut KCNA, drone yang dilengkapi perangkat pengintaian tersebut merekam video sejumlah wilayah di Korut. Hasil analisis menunjukkan drone itu dirancang untuk terbang sejauh total 156 kilometer pada ketinggian hingga 300 meter selama tiga jam 10 menit. KCNA juga merilis foto pesawat nirawak tersebut.
Pyongyang turut mengklaim bahwa sebuah drone Korsel telah mengumpulkan data di wilayah Korut pada September 2025, sebelum terkena serangan elektronik militer Korut. Hal itu terjadi di atas Kaesong saat drone dalam perjalanan kembali ke Korsel.




