Profil Pandji Pragiwaksono, Sosok Alumni ITB yang Kini Viral dan Dipolisikan Gara-gara Materi Mens Rea

grid.id
20 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Jagat hiburan Tanah Air kembali dibuat heboh oleh sosok Pandji Pragiwaksono yang kini tengah menjadi perbincangan di berbagai media sosial. Aksi panggung pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pertunjukan spesialnya bertajuk Mens Rea sukses menjadikannya pusat sorotan publik.

Situasi memanas karena kabar terbaru menyebutkan bahwa sang komika harus berhadapan dengan aparat hukum lantaran materi komedinya dianggap telah membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

Sebagai figur publik yang berkarier lintas bidang mulai dari komika, presenter, penyiar radio, penulis, hingga podcaster, Pandji memang kerap dikenal sebagai sosok yang berani memantik diskusi publik lewat materi komedinya yang sarat akan isu sosial hingga kebudayaan.

Mengulik lebih dalam mengenai latar belakangnya, seperti dikutip dari Tribunnews.com, pria dengan nama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo ini lahir di Singapura pada tanggal 18 Juni 1979. Pandji merupakan putra dari pasangan Koes Pratomo Wongsoyudo dan Siti Khadijah Hassni yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga beragama Islam.

Dalam kehidupan pribadinya, pria dengan tinggi badan 179 cm ini telah menikah dengan Gamila Mustika Burhan atau yang lebih dikenal sebagai Gamila Arief, serta dikaruniai dua orang anak, yakni Wadilla Dipo Wongsoyudo dan Ourania Almashira Wongsoyudo. Latar belakang akademik Pandji di Jurusan Desain Produk Industri ITB dinilai banyak memengaruhi sudut pandangnya dalam melihat isu global, demokrasi, hingga dinamika sosial yang kemudian kerap hadir dalam karya-karyanya.

Sebelum namanya melambung tinggi sebagai komika papan atas, Pandji sejatinya lebih dulu meniti karier di dunia penyiaran radio dan presenter televisi. Ia memulai langkah awalnya sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung dari tahun 2001 sampai dengan 2003 bersama Tike Priatnakusumah.

Saat memutuskan hijrah ke Ibu Kota, ia tetap eksis menjadi penyiar Hard Rock di Jakarta selama tujuh tahun dan makin terkenal berkat kolaborasinya bersama Steny Agustaf. Wajahnya pun mulai rajin menghiasi layar kaca lewat berbagai program hiburan dan talk show.

Adapun Pandji mulai dikenal secara luas ketika memandu acara reality show "Kena Deh" yang awalnya ditayangkan di Trans7 dan mendapat sambutan populer, kemudian ditayangkan ulang di ANTV pada 2008. Tak hanya itu, Pandji lalu menjadi pembawa acara di program game show "Hole in the Wall" yang ditayangkan di RCTI pada tahun 2007 hingga 2008, serta pernah memandu acara siaran pertandingan NBA di Jak TV.

Di samping kariernya sebagai pembawa acara, Pandji juga pernah menjajal dunia tarik suara sebagai rapper dan merilis beberapa lagu seperti “Lagu Melayu”, “Lagu Putus”, dan masih banyak lainnya. Namun, titik balik kariernya terjadi ketika ia serius menekuni stand up comedy dan menjadi salah satu pionir yang memperkenalkan komedi observasional dengan muatan kritik sosial yang kuat di Indonesia.

Reputasinya semakin kokoh karena Pandji juga dikenal sebagai sosok yang aktif menggelar pertunjukan tunggal (special show) stand up comedy berskala besar. Beberapa pertunjukan spesialnya, seperti Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Pragiwaksono World Tour, hingga Mens Rea, menegaskan posisinya sebagai komika dengan karakter intelektual dan politis yang konsisten.

Lebih lanjut, produktivitas Pandji tidak berhenti di panggung komedi saja, ia juga aktif sebagai podcaster dan pembicara publik. Suami Gamila Arief ini dikenal lewat podcast yang membahas isu sosial, politik, sejarah, dan budaya pop bersama berbagai narasumber.

 

Gaya bertuturnya yang lugas dan argumentatif membuat kontennya memiliki basis pendengar yang loyal, sekaligus kerap memicu pro dan kontra di ruang publik. Selain berbicara, Pandji juga menulis sejumlah buku yang mengangkat isu kebangsaan, pemikiran kritis, dan pengalaman personal.

Sejumlah buku telah ditulis Pandji Pragiwaksono, di antaranya Juru Bicara (2016), Merdeka Dalam Bercanda (2012), Persisten (2017), Menemukan Indonesia (2016), dan lainnya.

Kini, nama Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik setelah materi stand up comedy terbarunya bertajuk Mens Rea menuai kontroversi hebat. Dilansir dari Kompas.com, pertunjukan tersebut awalnya digelar secara live sebelum kemudian ditayangkan melalui Netflix.

Dalam Mens Rea, Pandji mengangkat konsep hukum pidana tentang niat jahat (mens rea) dan mengaitkannya dengan berbagai fenomena sosial, politik, serta perilaku publik. Materi ini disampaikan melalui sudut pandang personal dengan gaya satire dan kritik tajam.

Namun, sejumlah pihak menilai sebagian materi dalam Mens Rea berpotensi merendahkan kelompok tertentu dan melampaui batas kritik gagasan. Menanggapi polemik tersebut, Pandji menegaskan bahwa Mens Rea merupakan karya komedi yang bertujuan mengajak audiens berpikir kritis, bukan untuk menghakimi individu maupun kelompok.

Ia juga menekankan bahwa stand up comedy, sebagai bentuk seni dan ekspresi, kerap berada di wilayah abu-abu antara kebebasan berekspresi dan sensitivitas publik. Sayangnya, klarifikasi tersebut tidak menghentikan bergulirnya bola panas kasus ini.

Adapun polemik ini memanas bersamaan dengan masalah hukum yang tengah menjerat Pandji Pragiwaksono. Ia telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1/2026) dini hari.

Laporan yang teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tersebut dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Dalam laporan itu, Pandji dituduh melakukan penghasutan dan penistaan agama melalui pertunjukan "Mens Rea" yang kini menjadi sorotan publik. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Respons Pejabat Pajak Jakarta Utara Kena OTT KPK
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Sinopsis Drama China Forever Young, Reuni Empat Sahabat Saat Ajal Mendekat
• 20 jam lalugrid.id
thumb
PBB Keluarkan Peringatan: Mesin Ekonomi Dunia Melambat-Dihantui Risiko
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Catatan 14 Laga Terakhir Persib Versus Persija, Maung Bandung Lebih Unggul
• 15 menit lalurepublika.co.id
thumb
Appi: Dishub Harus Kompak demi Pelayanan Masyarakat
• 22 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.